Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Ekonomi

Perekrutan Korsel Tampak Mulai Pulih Namun Masih Mengkhawatirkan

Write: 2020-07-15 11:27:14Update: 2020-07-15 17:39:34

Perekrutan Korsel Tampak Mulai Pulih Namun Masih Mengkhawatirkan

Photo : YONHAP News

Wakil Perdana Menteri Urusan Perekonomian Korea Selatan, Hong Nam-ki mengatakan bahwa perekrutan tampaknya mulai pulih namun perekrutan di bidang manufaktur yang memburuk masih mengkhawatirkan.

Hong dalam akun Facebook-nya pada hari Rabu (15/07/20) mengatakan bahwa jumlah pekerja baru untuk bulan Juni lalu berkurang sebanyak 352 ribu orang dibandingkan setahun yang lalu. Ia kemudian mengungkapkan bahwa dirinya merasa terbebani setelah mendengar masih banyak masyarakat yang menderita karena menurunnya jumlah lapangan kerja.

Ia melanjutkan bahwa ada sinyal untuk pemulihan perekrutan dan selisih penurunan jumlah pekerja baru juga berkurang selama dua bulan berturut-turut sejak bulan Mei jika dibandingkan dengan tahun lalu.

Meskipun perekrutan masih sulit, tetapi kondisinya membaik jika dibandingkan bulan April lalu dan jumlah pekerja yang berhenti bekerja untuk sementara waktu menjadi 730 ribu orang pada bulan Juni, dari yang sebelumnya 1,6 juta orang pada bulan Maret lalu.

Kemudian, Hong mengatakan bahwa penurunan jumlah pekerja baru di bidang manufaktur masih mengkhawatirkan. Dibandingkan setahun lalu, jumlah pekerja baru di bidang manufaktur mengalami penurunan sebanyak 57 ribu orang pada bulan Mei dan 65 ribu orang pada bulan Juni.

Hong menuturkan bahwa semua bidang tampaknya pulih dari dampak COVID-19 mulai bulan April lalu, tapi kondisinya masih belum dapat dipastikan jika mempertimbangkan protokol pencegahan penyakit baik di dalam maupun luar negeri. Namun, pemerintah Korea Selatan tetap melanjutkan serangkaian proyek untuk memulihkan perekonomian maupun perekrutan.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >