Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Budaya

Festival Lentera Teratai Korsel Terdaftar Sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO

Write: 2020-12-17 10:03:01Update: 2020-12-17 18:38:28

Photo : YONHAP News

Festival lentera teratai Korea Selatan telah masuk ke dalam daftar warisan budaya takbenda UNESCO.
 
Komite Antarpemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda membuat keputusan tersebut pada hari Rabu (16/12/20) selama sesi ke-15 yang berlangsung secara online.
 
Festival Lentera Teratai yang juga dikenal sebagai "Yeondeunghoe" dalam bahasa Korea adalah acara Buddha yang diadakan setiap musim semi selama periode sebelum dan sesudah tanggal 8 April dari kalender imlek yang menandai kelahiran Buddha.
 
Komite UNESCO dilaporkan memerhatikan inklusivitas dan keragaman budaya festival tersebut yang melampaui kebangsaan, ras, dan agama.
 
Panitia juga mencatat bahwa festival lentera teratai berperan dalam mendobrak batasan sosial dan membantu orang-orang berbagi kebahagiaan dan mengatasi krisis.
 
Korea Selatan kini memiliki 21 aset budaya yang ditorehkan UNESCO sebagai warisan budaya takbenda. Aset lain yang diakui oleh UNESCO dalam daftar termasuk musik rakyat Korea bergenre pansori, gulat tradisional ssireum, dan lagu rakyat Arirang.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >