Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama

Internasional

Banyak Pihak di AS Minta Pencabutan Makalah Profesor Ramseyer

Write: 2021-02-23 15:18:52Update: 2021-02-23 17:04:14

Banyak Pihak di AS Minta Pencabutan Makalah Profesor Ramseyer

Photo : KBS News

Seruan untuk meminta pencabutan makalah profesor Universitas Harvard, John Mark Ramseyer terkait wanita perbudakan syahwat telah disampaikan kepada jurnal akademis internasional.

Comfort Women Action for Redress & Education (CARE) menyatakan pada hari Senin (22/02/21) waktu setempat, bahwa 16 orang termasuk sejumlah profesor yang berkegiatan sebagai pakar masalah wanita perbudakan syahwat, penerjemah novel tentang wanita perbudakan syahwat "One Left", Ketua CARE, dan beberapa sosok lainnya telah mengirim pernyataan kepada The International Review of Law and Economics (IRLE) yang akan mencantumkan makalah Ramseyer. 

Dalam pernyataan tersebut, mereka mengklaim bahwa seluruh isi dari makalah Ramseyer dianggap tidak benar oleh banyak sarjana yang meneliti masalah wanita perbudakan syahwat. 

Ditambahkan bahwa isi dari makalah tersebut berbeda dengan fakta sejarah dan kesaksian para saksi. 

Banyak korban yang pada saat itu masih berusia 11-12 tahun dan tentunya sulit untuk memahami bahwa mereka menyetujui ajakan tersebut, sehingga hubungan seksual dengan mereka adalah tindakan kriminal yang dipaksa. 

Mereka meminta kepada Profesor Ramseyer untuk mencabut makalahnya dan meminta maaf kepada para korban wanita perbudakan syahwat yang masih hidup. 

Selain pernyataan tersebut, lima orang sejarahwan global juga mengeluarkan pernyataan yang mengkritik makalah Ramseyer. 

Namun, IRLE tetap mencantumkan makalah Ramseyer pada edisi bulan Maret dengan menambahkan beberapa istilah "keprihatinan" dan beberapa kritik terkait isi makalah, walaupun pihaknya tengah menyelidiki isi dari makalah Ramseyer.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >