Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Ekonomi

KDI Memprediksi Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Korsel Jadi 2,6% Tahun Ini

Write: 2024-05-16 14:32:50Update: 2024-05-16 14:47:06

KDI Memprediksi Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Korsel Jadi 2,6% Tahun Ini

Photo : YONHAP News

Institut Pembangunan Korea (KDI) meningkatkan prediksi pertumbuhan ekonomi Korea Selatan untuk tahun ini ke kisaran 2,6% dari yang sebelumnya di angka 2,2%. Diperkirakan pemulihan ekspor yang kuat yang berpusat pada semikonduktor akan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal tersebut dipaparkan oleh KDI saat merilis laporan tentang 'Prospek Perekonomian Semester I Tahun 2024' pada hari Kamis (16/05). Tiga bulan setelah memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun ini sebesar 2,2%, KDI merevisinya dengan naik sebesar 0,4 poin persentase menjadi 2,6%.

Angka itu sama dengan yang diumumkan oleh OECD baru-baru ini namun lebih tinggi dari prediksi Moody's, yang sebesar 2,5%. 

KDI juga memprediksi tingkat pertumbuhan ekonomi Korea Selatan tahun depan menjadi 2,1%. Ini adalah pertama kalinya KDI memaparkan perkiraan tingkat pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2025.

Institut tersebut menjelaskan bahwa pertumbuhan tahun ini diperkirakan cenderung tinggi, namun karena berada pada tingkat yang mampu mengimbangi kemerosotan ekonomi tahun lalu, maka pemulihan ekonomi ke tingkat netral akan terjadi pada tahun 2025.

Dilanjutkan, bahwa permintaan domestik yang lesu akan mereda pada tahun 2025, namun pertumbuhan ekspor akan disesuaikan.

KDI memperkirakan, karena lesunya permintaan domestik, maka tingkat kenaikan harga konsumen tahun ini akan tercatat sebesar 2,6%, lebih rendah dibandingkan tahun 2023 yang tercatat di kisaran 3,6%. Menurutnya, kenaikan harga konsumen tahun depan akan mencapai 2,1%, setara target stabilitas harga. Disebutkan pula bahwa tingkat suku bunga yang tinggi adalah penyebab permintaan domestik yang lesu.

KDI menegaskan, karena perekonomian ke depan akan berangsur pulih, maka defisit neraca pengelolaan anggaran perlu dikurangi secara bertahap. Pasalnya, kebutuhan akan stimulus ekonomi tambahan secara alami akan berkurang pada saat pemulihan ekonomi yang diharapkan terjadi secara bertahap.
  
Mengenai kebijakan moneter, KDI mengatakan tren kenaikan harga konsumen sedang mendekati target. Sehingga pengetatan moneter perlu dilonggarkan secara bertahap ke tingkat netral.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >