Korea Utara Akan Hadir di Konferensi Keamanan Munich untuk Pertama Kali ㅣ Etalase Tentang Korea Utara ㅣ KBS WORLD Radio

Berita Utama

Korea Utara Akan Hadir di Konferensi Keamanan Munich untuk Pertama Kali

2020-01-24

ⓒKBS News

Kehadiran Korea Utara di Konferensi Keamanan Munich merupakan yang pertama kali setelah konferensi itu digelar sejak tahun 1963. Saat ini, dialog antara Korea Utara dan Amerika Serikat (AS) tidak berjalan, dan keduanya melakukan perang urat saraf. Di tengah kondisi tersebut, Korea Utara muncul di ajang dialog multilateral. Oleh karena itu, kehadiran Korea Utara mempunyai makna yang penting dan menarik banyak perhatian. Meskipun demikian, kehadiran Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Kim Son-gyong dapat menjadi faktor yang menurunkan makna dari kehadiran Korea Utara di konferensi tersebut.


Setelah melewati akhir tahun 2019 lalu yang ditetapkan oleh Korea Utara sebagai tenggat waktu untuk berdialog dengan AS, Korea Utara memilih untuk menempuh “jalan baru”. Batas waktu tersebut dilewati tanpa ada hasil, dan hal tersebut telah merusak martabat rezim Kim Jong-un. Oleh sebab itu, Korea Utara membutuhkan suatu alasan untuk memulihkan martabat mereka yang rusak demi membuka kembali dialog dengan AS. Dengan kata lain, Korea Utara harus menunjukkan jati dirinya di hadapan dunia melalui provokasi peluncuran rudal balistik atau nuklir. Jika dialog dibuka setelah menunjukkan kekuatan militernya, maka Korea Utara akan mempunyai alasan untuk mengadakan dialog dengan AS.


Konferensi Keamanan Munich menghadirkan pejabat tingkat menteri atau pemimpin dari berbagai negara. Biasanya di sela konferensi tersebut, digelar juga pertemuan bilateral atau multilateral antar negara. AS menghadirkan Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo dan Menteri Pertahanan, Mark Esper. Sementara itu, Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Kang Kyung-wha juga turut hadir dalam konferensi kali ini. Dengan demikian, ada kemungkinan bahwa dialog antara dua Korea dan AS bisa digelar.


Korea Selatan dan AS menghadirkan pejabat tingkat menteri, namun Korea Utara hanya menghadirkan pejabat tingkat wakil menteri. Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Kim Son-gyong merupakan pejabat yang menangani urusan Eropa. Oleh karena itu, dia sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan dialog antara Korea Utara dan AS, sehingga dialog terkait tampaknya akan sulit untuk dilaksanakan meskipun pertemuan tiga negara digelar di sela konferensi tersebut.


Kini kemungkinan kontak yang harus lebih diperhatikan adalah di tingkat kerja, bukan tingkat tinggi. Pejabat tingkat kerja bisa saling bertemu untuk mencari tahu syarat yang dibutuhkan untuk mengadakan dialog. Korea Utara dan AS pernah menggelar konferensi tingkat kerja di Stockholm pada tahun lalu untuk membuka kembali dialog antara dua negara. Sementara itu, Konferensi Keamanan Munich biasanya digelar pada bulan Februari, sehingga masih ada waktu untuk mengatur pembicaraan tingkat kerja.

Berita Terbaru