Warta Berita

Semenanjung Korea, A to Z

Selangkah Satu Korea

Kemungkinan Dimulainya Kembali Dialog antara Korea Utara dan AS

2020-01-16

ⓒ YONHAP News

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo telah mengatakan bahwa Washington tidak mengancam keamanan rezim Korea Utara. Sebelumnya Presiden AS, Donald Trump mengirim “surat pribadi” kepada pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un untuk mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya. 


Ketua Badan Keamanan Nasional Korea Selatan, Chung Eui-yong mengadakan pertemuan dengan Trump di Washington pada tanggal 8 Januari, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-36 Kim Jong-un. Trump meminta Chung untuk menyampaikan ucapan selamatnya kepada pemimpin Korea Utara. 


Ucapan selamat ulang tahun Trump untuk Kim dipandang sebagai tanda positif dalam peningkatan hubungan antara Pyongyang dan Washington. Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih, Robert O'Brien juga mengatakan kepada sebuah media Internet pada pekan lalu bahwa AS menyampaikan niatnya untuk melanjutkan negosiasi nuklir dengan Korea Utara. Namun Korea Utara telah menunjukkan sikap yang keras. Pada tanggal 11 Januari, penasihat senior Kementerian Luar Negeri Korea Utara, Kim Kye-gwan dalam sebuah pernyataan mengutarakan ke arah AS bahwa negaranya tidak akan pernah menukar program nuklirnya untuk menerima pelonggaran sanksi. 


Akan tetapi, Pyongyang belum melepaskan keinginannya untuk berdialog. Kim Kye-gwan juga mengatakan bahwa rezim Korea Utara menerima ucapan selamat ulang tahun untuk pemimpinnya secara langsung melalui surat pribadi dari Trump. Ini menunjukkan bahwa saluran komunikasi antara kedua negara masih terbuka.


Ketegangan antara AS dan Iran adalah faktor lain yang dapat berdampak pada dialog Korea Utara dan AS. Meskipun ketegangan telah mereda, namun Trump diperkirakan akan berfokus pada masalah-masalah terkait Iran untuk saat ini. Dalam hal ini, pemimpin Kim Jong-un mungkin menganggap bahwa dia lebih baik mengulur waktu di tengah situasi ini, sehingga kemajuan pembicaraan nuklir antara Korea Utara dan AS akan semakin sulit ke depannya.

Berita Terbaru