Prospek Hubungan Antar-Korea dan Korut-AS Seiring Merebaknya COVID-19 ㅣ Etalase Tentang Korea Utara ㅣ KBS WORLD Radio

Berita Utama

Prospek Hubungan Antar-Korea dan Korut-AS Seiring Merebaknya COVID-19

2020-02-27

© YONHAP News

Korea Utara telah sepenuhnya menutup perbatasannya dengan China untuk mencegah penyebaran COVID-19. Meskipun Korea Utara sepertinya berupaya keras untuk menanggulangi penyebaran virus, namun negara itu diperkirakan akan terus mengalami kesulitan ekonomi yang parah karena Korea Utara juga diterapkan sanksi internasional yang kuat. 


Dalam rapat pleno Komite Sentral Partai Buruh Korea pada akhir tahun lalu, Korea Utara berjanji untuk membuat apa yang disebutnya sebagai "terobosan yang agresif" demi membangun ekonomi mandiri, tapi kini sedang mengalami risiko yang sama sekali tidak terduga, yaitu penyebaran COVID-19. Meski begitu Korea Utara tidak dapat menunda pertukaran dengan China secara terus-menerus, mengingat situasi ekonominya. Apa lagi Pyongyang juga tidak dapat terus mengabaikan hubungan antar-Korea.


Sementara itu, Kementerian Luar Negeri AS telah menyampaikan niatnya untuk membantu Korea Utara. Pada tanggal 13 Februari, kementerian itu menggambarkan pihaknya sangat prihatin atas rakyat Korea Utara yang rentan terhadap virus tersebut dan akan memfasilitasi izin bantuan dari organisasi internasional untuk menahan penyebaran wabah. Presiden Trump mengatakan bahwa dia tidak tertarik dengan dialog antara Korea Utara dan AS sampai pemilihan presiden AS. Namun demikian, sekarang Washington mengirim sinyal rekonsiliasi kepada Pyongyang. 


Kemungkinan dilanjutkannya dialog antara Korea Utara dan AS juga tetap kecil, karena Presiden Trump telah terjun dalam ajang kampanye pemilihan presiden AS. Tetapi krisis dapat memberikan peluang. Korea Utara berada dalam kesulitan ekonomi, sehingga pasti ada sesuatu yang dapat dilakukan pemerintah Korea Selatan.

Berita Terbaru