Krisis COVID-19 yang Berkepanjangan Berdampak Parah pada Perekonomian Korut ㅣ Etalase Tentang Korea Utara ㅣ KBS WORLD Radio

Berita Utama

Krisis COVID-19 yang Berkepanjangan Berdampak Parah pada Perekonomian Korut

2020-03-26

ⓒ YONHAP News

Banyak pengamat yang berspekulasi bahwa perekonomian Korea Utara kini sedang dalam krisis karena wabah COVID-19 yang berkepanjangan. Negara tertutup tersebut telah menutup perbatasannya selama dua bulan untuk menghambat penyebaran virus di negaranya. Akibatnya, perdagangannya dengan China dan Rusia serta pendapatan mata uang asingnya telah turun tajam, sehingga ekonomi lokal negaranya menghadapi pukulan besar.


Ekonomi Korea Utara pasti terpukul keras akibat berhentinya perdagangan dengan China, yang menyumbang lebih dari 90 persen perdagangan eksternal Korea Utara. Tahun lalu, China mengirim banyak wisatawan ke Korea Utara untuk menyediakan sejumlah besar mata uang asing kepada sekutu komunis tersebut. Pariwisata itu sendiri tidak dikenai sanksi Dewan Keamanan PBB terhadap Korea Utara. Tetapi Korea Utara tidak dapat lagi menerima turis China karena pandemi COVID-19. Dlaporkan pula bahwa China yang telah menunjukkan tanda-tanda meredanya wabah COVID-19, kini secara lebih agresif memblokir perdagangan resmi dan non-resmi dengan Korea Utara untuk mencegah COVID-19 kembali masuk ke wilayahnya. 

 

Masalahnya, krisis di Korea Utara kemungkinan besar akan berlanjut. Profesor Universitas Georgetown, Amerika Serikat (AS), William Brown mengatakan pada bulan lalu bahwa ekonomi Korea Utara akan menghadapi kemunduran serius jika masyarakat setempat terus menunda pekerjaan di musim tanam pada bulan depan dan penutupan perbatasan dan pembatasan perjalanan masih diberlakukan hingga bulan April. Banyak yang setuju bahwa krisis ekonomi Korea Utara harus didiskusikan dalam hal kerja sama masyarakat internasional. Korea Utara perlu menyadari bahwa kerja sama dan bantuan internasional sangat penting untuk menanggulangi pandemi COVID-19 secara efektif.

Berita Terbaru