Kecaman Terbaru Korut yang Mengarah pada Menlu AS, Mike Pompeo ㅣ Etalase Tentang Korea Utara ㅣ KBS WORLD Radio

Berita Utama

Kecaman Terbaru Korut yang Mengarah pada Menlu AS, Mike Pompeo

2020-04-02

ⓒ YONHAP News

Korea Utara pada tanggal 30 Maret lalu, mengeluarkan pernyataan yang mengecam keras Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo. Korea Utara menyatakan bahwa pernyataan sembrono Pompeo membuat mereka semakin yakin untuk menyerahkan segala harapannya untuk berdialog dengan Amerika Serikat. Korea Utara mengkritik Pompeo karena dia telah melontarkan penghinaan terhadap rezimnya dan negaranya kini akan berjalan dengan cara mereka sendiri. Dengan menggunakan kata-kata kerasnya yang khas, Korea Utara mengancam AS akan mengalami dampaknya jika berupaya memprovokasi negaranya. 


Pernyataan itu tampaknya menolak kemungkinan dimulainya kembali perundingan antara Korea Utara dan AS. Pernyataan itu dirilis oleh Direktur Urusan Negosiasi dengan AS yang baru di Kementerian Luar Negeri Korea Utara. Posisi jabatan yang agak asing ini disebutkan di media negara untuk pertama kalinya. Banyak analis mengatakan bahwa jabatan baru yang dibentuk unutk menangani negosiasi dengan AS ini menunjukkan bahwa Korea Utara masih berkomitmen untuk melakukan pembicaraan dengan AS, yang sebenarnya bertentangan dengan tuduhan tersebut. 


Sekitar tiga jam setelah Korea Utara merilis pernyataan itu, Pompeo sekali lagi menegaskan komitmen AS untuk berdialog dengan Korea Utara dan mengatakan pihaknya berniat untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Korea Utara demi membantu negara itu memerangi pandemi global COVID-19. Namun dia juga mengatakan sanksi terhadap Korea Utara akan terus diterapkan, sehingga masih ada pandangan yang sangat berbeda antara kedua negara. 


Ada yang berspekulasi bahwa situasi penyebaran COVID-19 cukup serius di Korea Utara, sehingga negara yang miskin ini membutuhkan bantuan dari dunia luar. Oleh karena itu, mungkin dialog di balik layar dapat dilakukan. Jika spekulasi itu benar, maka akan semakin sulit bagi Korea Utara untuk melakukan provokasi berkekuatan tinggi.

Berita Terbaru