Warta Berita

Semenanjung Korea, A to Z

Selangkah Satu Korea

Niat Korea Utara untuk Dukung China di Tengah Konflik AS-China yang Kian Memanas

2020-07-23

ⓒ YONHAP News

Konflik antara AS dan China semakin memanas. Di tengah pertikaian sengit antara AS dan China, Korea Utara melontarkan kecaman kepada Menteri Luar Negeri AS Pompeo, yang bahkan lebih parah daripada China. Mengenai komentar Pompeo tentang Laut China Selatan, Kementerian Luar Negeri Korea Utara pada pekan lalu mengatakan bahwa Pompeo sangat menghina orang-orang China dan ia tidak boleh membuat pernyataan yang tidak masuk akal ketika mengganggu bisnis orang lain. Korea Utara sepertinya menyuarakan dukungan penuhnya atas perlawanan China terhadap campur tangan Amerika Serikat, untuk menunjukkan hubungannya yang erat dengan Beijing.


Mungkin sudah sesuatu yang wajar bagi Korea Utara untuk memihak kepada China sebagai sekutu terdekatnya sejak dahulu. Tetapi di tengah kebuntuan hubungan antara Korea Utara dan AS, dukungan langsung Pyongyang untuk Beijing dipandang sebagai langkah strategis untuk memperoleh bantuan China, sambil memicu ketegangan dengan AS. 


Banyak pengamat percaya bahwa meningkatnya sengketa AS dan China dalam serangkaian masalah yang rumit dapat memberikan keuntungan bagi Korea Utara. Korea Utara diperkirakan akan mencari berbagai opsi yang mengarah pada pelonggaran sanksi, sembari menghadirkan lebih banyak prasyarat untuk melanjutkan dialog dengan AS. Pyongyang juga tampaknya telah mengulur waktu untuk mengamankan para pendukungnya melalui solidaritas dengan negara-negara sosialis seperti China dan Rusia. 


Pemerintah Korea Selatan berada dalam posisi yang sulit. Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in telah menerima undangan Trump untuk bergabung dalam KTT G7 yang diperluas, sementara Presiden China, Xi Jinping diperkirakan akan mengunjungi Korea Selatan. Di tengah situasi ini, Pemerintah Korea Selatan dapat memainkan peran untuk mencegah hal tersebut, dengan cara  mendorong langkah diplomatik yang setara antara AS dan China. Korea Selatan dapat menggunakan aset strategisnya sendiri seperti semikonduktor dan peralatan 5G, yang dibutuhkan baik oleh AS maupun China.

Berita Terbaru