Warta Berita

Semenanjung Korea, A to Z

Selangkah Satu Korea

Pemerintahan Biden Singgung Penerapan “Strategi Baru” terhadap Korut

2021-01-28

ⓒ Getty Images Bank

Pemerintahan Joe Biden menyinggung bahwa mereka akan menerapkan "strategi baru" dalam menangani isu Korea Utara. Pada tanggal 22 Januari, Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki mengatakan bahwa AS kini tengah memiliki minat yang besar dalam menangani masalah Korea Utara dan akan mengadopsi strategi baru. 


Melihat pernyataan Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken bahwa AS akan meninjau seluruh kebijakannya terhadap Korea Utara, sepertinya pemerintahan baru AS belum mengambil langkah kebijakan yang konkret. Maka dari itu, ada yang berspekulasi bahwa mungkin butuh waktu berbulan-bulan bagi AS untuk menetapkan arah dan rincian kebijakannya. Di sisi lain, ada yang mengatakan bahwa AS akan segera menyimpulkan posisinya dan melibatkan diri untuk menyelesaikan masalah Korea Utara sedini mungkin. 


Pada tanggal 23 Januari, sebuah media propaganda Korea Utara mengabarkan bahwa Joe Biden terpilih sebagai presiden AS yang baru. Ini adalah pertama kalinya Korea Utara menyinggung kemenangan Biden, meski dipublikasikan melalui media propaganda. Padahal media pemerintah Korea Utara belum merilis posisi resminya tentang kemenangan Biden. Beberapa pengamat melontarkan bahwa Korea Utara yang sangat bergantung pada China, akan mengambil tanggapan terhadap AS secara perlahan, sambil mengamati bagaimana Presiden China, Xi Jinping bertindak.

 

Presiden Moon mungkin akan menyerukan AS untuk mewarisi kebijakan  pemerintahan Trump terhadap Korea Utara. Namun tampaknya sulit bagi Presiden Biden dan tim keamanan dan politik luar negerinya untuk menerima seruan itu. Akibatnya, konflik antara Seoul dan Washington dapat bermunculan mengenai kebijakan mereka terhadap Korea Utara. Korea Selatan perlu meninjau pendekatan bertahap dari pemerintahan Biden saat menangani masalah Korea Utara dan mencari tahu tentang perbedaannya dari pendekatan pemerintahan Moon sendiri. Korea Selatan harus menangani hubungannya dengan AS dengan lebih mendalam.

Berita Terbaru