Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Sejarah

Lonceng yang Ditemukan di Dalam Tanah

2018-12-26

Annyeonghasimnika, Inilah Seoul

© Getty Images Bank

Pada zaman Dinasti Shilla Bersatu hiduplah seorang pria miskin di sebuah desa bernama Moryangri. Pria bernama Son Sun itu bekerja sebagai buruh harian dan istrinya bekerja sebagai pembantu di rumah tetangganya.


Suami istri itu sangat rajin bekerja, tapi pendapatannya tidak begitu banyak, ditambah mereka harus hidup bersama seorang ibu yang sudah tua dan anak laki-laki yang masih kecil.


Apalagi, anak laki-laki mereka sangat suka makan sehingga bahan-bahan makanan di rumah mereka cepat habis.


Anak : Nenek, boleh saya makan nasi di mangkuk nenek? Aku masih lapar!


Nenek : Boleh. Makan saja nasi punya nenek ini.


Son Sun yang melihat tingkah anaknya kemudian menasihatinya agar tidak rakus.


Son Sun : Kamu tidak boleh terus makan seperti itu. Kamu harus ingat itu nasi milik nenek. Kalau nenek lapar bagaimana? Sikap rakus itu tidak baik.


Meskipun telah sering dinasihati, namun tingkah anak laki-laki itu tidak berubah. 


Suatu hari, Son Sun yang kehabisan akal untuk menasihati anaknya bertanya pada istrinya.


Son Sun : Bagaimana anak kita itu? Ia selalu meminta makanan neneknya. Kasihan nenek, ia sudah tua dan sangat lemah. Saya tidak sudi punya anak rakus seperti itu. Kita harus membuangnya dan menguburnya ke hutan.


Sang istri tidak setuju dengan pendapat suaminya. Namun sang suami memaksa.


Son Sun : Dengarlah istriku. Kita masih muda dan bisa mempunyai anak lagi. Tapi, kita tidak bisa mempunyai ibu lagi, kan? Kita harus melayani ibu kita dengan baik di usianya yang semakin tua.


Sang istri pun dengan berat hati menyetujui ide suaminya. Ia lebih memilih berbakti kepada ibu mertuanya yang sudah tua.


Hari berikutnya Son Sun menggendong anaknya ke dalam hutan.


Anak : Ayah, kita mau ke mana?


Son Sun : Kita akan ke hutan untuk mencari makanan. Kamu bantu ayah, ya!


Anak : Iya, ayah. Aku akan bantu ayah.


Setelah tiba di dalam hutan, Son Sun mulai menggali tanah untuk mengubur anaknya.


Tidak lama kemudian, Son Sun menemukan sebuah lonceng di dalam tanah galiannya.


Son Sun : Apa ini? Kenapa lonceng ini di dalam tanah? Apa ini pertanda agar aku tidak mengubur anakku?


Son Sun pun mengurungkan niatnya. Ia kembali ke rumah bersama lonceng yang dia temukan.


Pada suatu hari raja di Dinasti Silla Bersatu mendengar suara lonceng yang indah sekali.


Raja memerintahkan pengawal istana untuk memeriksa seluruh negerinya dan mencari suara lonceng tersebut.


Sang pengawal kemudian mendengar cerita Son Sun dan lonceng yang ia temukan, lalu menyampaikan cerita itu kepada raja.


Raja yang mendengar cerita pengawal terkesima dengan sikap Son Sun kepada ibunya.


Raja : Son Sun adalah orang yang sangat berbakti pada ibunya sampai berniat membunuh anaknya. Dia harus dipuji dan diteladani rakyat.


Raja yang terharu kemudian memberikan rumah dan beras agar Son Sun dapat melayani ibu dan menagsuh anaknya dengan baik.


Dengan pemberian raja, Son Sun mampu merawat ibunya dan membesarkan anaknya tanpa kesulitan lagi.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >