Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Sejarah

Pangeran Yangnyeong yang Manja

2019-01-30

Annyeonghasimnika, Inilah Seoul

© KOGL

Alkisah hiduplah seorang raja bernama Taejong di Kerajaan Joseon.


Dia mempunyai 12 anak laki-laki dari beberapa orang istrinya.


Taejong : Anak-anakku semua, kalian tidak boleh bertengkar antara saudara untuk merebut takhtaku. Kalian paham?


Raja Taejong telah menetapkan dan mengumumkan bahwa anak sulungnya Yangnyeong yang akan menjadi putra mahkota sejak Yangnyeong masih kecil. 


Pangeran Yangnyeong akan menjadi raja secara otomatis, tidak seperti ayahnya yang dulu berhasil merebut tahta raja dengan adiknya.


Raja Taejong senang melihat pangeran Yangnyeong tumbuh besar tanpa menimbulkan masalah.


Taejong : Keputusan saya ternyata benar. Yangnyeong pasti akan menjadi raja yang sesuai dengan harapan saya.


Meskipun demikian, semakin dewasa sikap Pangeran Yangyeong semakin berubah. 


Dia lebih senang bermain dari pada belajar, sering keluar dari istana dan menggoda perempuan-perempuan di luar istana.


Pada suatu hari, raja mendapati Pangeran Yangnyeong sedang bersama istri kedua pesuruhnya.


Taejong : Apa yang kamu lakukan? Bukannya belajar malah menggoda istri pelayan istana! Mana mungkin seorang putra mahkota yang akan menjadi raja di negeri ini berbuat seperti itu?


Raja Taejong sangat marah. Ia pun mengusir Pangeran Yangyeong dari istana.


Yangnyeong : Maafkan saya, ayah. Saya yang salah. Saya akan berusaha menjadi raja yang baik.


Karena melihat pangeran menyesali perbuatannya dan bersumpah memperbaiki tingkah lakunya, Raja Taejong memaafkannya dan tidak megusirnya dari istana.


Meskipun demikian, sikap Pangeran Yangnyeong justru semakin bertolak belakang dengan janjinya.


Pangeran Yangnyeong menulis surat ancaman kepada ayahnya setelah dia mengetahui wanita yang pernah ia temui mengandung.


Yangnyeong : Saya tidak suka ayah memarahi saya. Jika ayah tidak mengijinkan saya bertemu dengan wanita itu, saya akan berbuat semau saya, tidak sesuai dengan keinginan ayah.


Setelah membaca surat dari pangeran Yangnyeong, Raja Taejong sangat marah.


Taejong : Pangeran Yangnyeong sama sekali tidak tahu diri. Dia malah mengancam saya. Sudah cukup saya bersikap lunak terhadapnya. Saya tidak akan membiarkannya lagi. 


Raja Taejong akhirnya mencabut gelar putra mahkota Pangeran Yangnyeong dan menggantinya dengan anak ketiga.


Pangeran Yangnyeong yang diusir dari istana kemudian menetap di sebuah pulau terpencil dan tidak diketahui bagaimana nasibnya.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >