Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Sejarah

Putri yang Menjadi Budak

2019-02-13

Annyeonghasimnika, Inilah Seoul

© Getty Images Bank

Pada zaman Kerajaan Joseon hiduplah seorang raja bernama Danjong.


Raja Danjong mempunyai seorang kakak prempuan bernama Kyeonghye.


Raja Danjong kehilangan tahtanya setelah orang tua mereka meninggal. 


Ia yang masih kecil sangat bergantung pada kakak perempuannya.


Putri Kyeonghye dan suaminya berusaha untuk mengembalikan tahta Danjong sebagai raja.


Namun sayang rencana itu gagal. Dalam usaha pemberontakan, suaminya justru terbunuh, sedangkan Putri Kyeonghye ditahan sebagai budak.


Di dalam penjara, Putri Kyeonghye mengetahui dirinya sedang mengandung bayi.


Putri Kyeonghye : Anakku, kalau kamu tidak ada di dalam perutku, mungkin aku tidak bisa bertahan. Aku harus bertahan untuk menyelamatkanmu.


Sembilan bulan kemudian, putri Kyeonghye melahirkan seorang anak laki-laki dan memberinya nama Jeong Misu.


Kabar kelahiran itu sampai ke telinga Permaisuri Jeonghee. Dia adalah istri Raja Sejo yang menduduki tahta setelah mengusir Danjong.


Permaisuri : Yang Mulia, Putri Kyeonghye baru saja melahirkan anak. Izinkanlah mereka tinggal di istana. Saya takut Yang Mulia berdosa dan mendapat hukuman karena membiarkan seorang bayi hidup di penjara istana.


Raja Sejo : Apa? Putri Kyeonghye mempunyai anak?


Permaisuri : Iya, Yang Mulia.


Raja Sejo : Baiklah. Tapi aku punya syarat. Kalau anak itu laki-laki, ia harus dibunuh. Tapi jika perempuan, anak itu dan Putri Kyeonghye boleh tinggal di istana.


Mendengar pesan raja, Putri Kyeonghye yang melahirkan bayi laki-laki merasa takut dan bingung.


Putri Kyeonghye : Bagaimana ini? Saya tidak bisa membiarkan raja membunuh anak saya Jeong Misu. Kalau begitu, saya akan menyamarkannya sebagai anak perempuan.


Putri Kyeonghye menyamarkan anaknya sebagai seorang perempuan dan membawanya ke istana.


Permaisuri Jeonghee yang mengetahui hal itu ikut merahasiakan identitas bayi Jeong Misu karena merasa iba. 


Sejak itu, bayi laki-laki Jeong Misu hidup sebagai seorang anak perempuan di istana.


Waktu berlalu, Jeong Misu tumbuh dalam penyamaran meskipun ia telah menjadi pemuda berusia 20 tahun.


Sampai akhirnya Permaisuri Jeonghee memberitahukan rahasia itu kepada Raja Sejo.


Permaisuri : Yang Mulia, saya berdosa pada Anda. Saya bertahun-tahun merahasiakan hal ini. Sebenarnya Jeong Misu, anak Putri Kyeonghye adalah seorang laki-laki. Saya dan Putri Kyeonghye membohongi Anda untuk menyelamatkan jiwa anak kecil itu.


Raja Sejo yang sudah tua dan lemah akhirnya memutuskan untuk mengusir Putri Kyonghye dan Jeong Misu. 


Dalam pelariannya Putri Kyeonghye meninggal dunia dalam usia muda, 39 tahun.


Sementara itu, Jeong Misu tetap belajar dengan tekun dan di masa depan ia berhasil menjadi pejabat tinggi di kerajaan Joseon.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >