Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Kumpulan Isu

Pidato Kim Jong-un dan Hubungan antar-Korea

#Isu Sepekan l 2021-10-02

Warta Berita

ⓒYONHAP News

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un telah menyatakan niatnya untuk mengaktifkan kembali jalur komunikasi antar-Korea pada awal bulan depan, sehingga kini sedang diperhatikan pengaruhnya pada hubungan antar-Korea dan pembicaraan antara Korea Utara dan Amerika Serikat ke depan. Pemutusan dan pengaktifan kembali jalur komunikasi antar-Korea menjadi tanda perubahan dalam hubungan antar-Korea selama ini. Oleh karena itu, pengaktifan kembali jalur komunikasi dapat menjadi sebuah tanda positif bahwa Korea Utara ingin berdialog.


Pemulihan jalur komunikasi antar-Korea disebutkan Kim Jong-un dalam pidatonya di rapat Majelis Rakyat Tertinggi pada hari Rabu (29/09).


Menurut Kantor Berita Pusat Korea Utara (KCNA), Kim menyatakan niat untuk mengaktifkan kembali jalur komunikasi antar-Korea mulai awal bulan Oktober agar dapat mewujudkan harapan dan keinginan bangsa untuk pemulihan hubungan antar-Korea dan perdamaian di Semenanjung Korea. Dia juga menekankan agar Korea Selatan melepaskan diri dari rasa akan adanya krisis dan viktimisasi, sehingga merasa perlu mencegah provokasi Korea Utara. Dikatakannya bahwa Pyongyang tidak memiliki tujuan untuk memprovokasi Seoul.


Terkait usulan Presiden Moon Jae-in tentang deklarasi akhir Perang Korea, Kim mengatakan bahwa deklarasi itu tidak akan bermakna jika masih ada ketidakpercayaan dan pertentangan antara satu sama lain. Maka dari itu kebijakan bermusuhan harus terlebih dahulu dihapus.


Selain itu, Kim juga mengatakan bahwa ancaman militer dan kebijakan bermusuhan terhadap Korea Utara sama sekali tidak berubah di bawah Pemerintahan Joe Biden.


Korea Selatan dan Korea Utara telah mengaktifkan kembali jalur komunikasi pada bulan Juli lalu, setelah sempat terputus selama 13 bulan. Namun dua minggu kemudian, Korea Utara secara sepihak kembali memutus kontak dengan alasan latihan militer gabungan yang dilakukan oleh Korea Selatan dan AS pada tanggal 10 Agustus. Sebelumnya, Korea Utara juga memutus jalur komunikasi antara kedua Korea secara sepihak pada 9 Juni tahun lalu dengan mempermasalahkan perihal penyebaran selebaran propaganda anti-Pyongyang oleh sebuah kelompok pembelot Korea Utara di Korea Selatan. Sejak itu, jalur komunikasi terputus selama 413 hari. Saat itu, Korea Utara meledakkan kantor penghubung antar-Korea dan ketegangan antar-Korea pun memuncak serta kebuntuan hubungan antar-Korea berlangsung hingga saat ini.


Pernyataan Kim tentang niatnya untuk mengaktifkan kembali jalur komunikasi antar-Korea dapat dipahami sebagai kesediaan Korea Utara untuk melakukan pembicaraan. Namun, masalanya tidak sesederhana itu karena Korea Utara juga mengungkapkan ketidakpuasaannya akan kebijakan AS terhadap Korea Utara dan telah menegaskan peningkatan pertahanan negara dengan pengembangan senjata pemusnah massal. Korea Utara telah meluncurkan rudal kendali jelajah dan rudal balistik serta pada minggu ini melakukan uji coba rudal hipersonik yang baru dikembangkan.


Korea Utara menunjukkankan dua sikap berbeda dengan menyatakan niat untuk pemulihan hubungan melalui pengaktifan kembali jalur komunikasi antar-Korea, namun juga menunjukkan niat untuk mengatur kecepatan pemulihan hubungan antar-Korea dengan mengatakan bahwa pemulihan hubungan tergantung pada sikap Korea Selatan.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >