Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Gaya Hidup

Gender Neutral

2019-02-18

Annyeonghasimnika, Inilah Seoul

© Getty Images Bank

Masyarakat pada umumnya mengenal warga pink sebagai warna untuk anak perempuan dan warna biru untuk anak laki-laki. Selain itu, masyarakat juga membedakan dua karakter utama, yaitu feminin dan maskulin untuk mengenal ciri pada warna, baju, model rambut dan produk-produk lainnya. Termasuk tren rembut panjang, kosmetik, dan rok yang dianggap lebih cocok untuk kaum wanita.


Akan tetapi, baru-baru ini istilah ‘gender-less’ atau ‘gender neutral’ cukup berkembang pesat di Korea Selatan. Istilah itu tidak membedakan jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan dapat memiliki penampilan yang mereka inginkan.


‘Gender neutral’ atau ‘unisex’ muncul sebagai tren utama tahun 2019 pada semua bidang di Korea Selatan, baik busana, konsumsi dan bisnis.


Banyak laki-laki di Korea Selatan yang menggunakan kosmetik, menato alis mereka dan melakukan perawatan rambut di salon, sehingga hal itu tidak menjadi pemandangan mengejutkan bagi masyarakat lokal. 


Prempuan masa kini juga sering terlihat mengenakan pakaian ‘boyish look’ yang lebih ‘edgy’, memotong rambut panjang mereka dan menolak ‘stereotype’ pada gaya pakaian dan gaya rambut yang terlalu feminin.

 

Pada masa lalu karakter laki-laki maskulin adalah laki-laki dengan otot, berbulu atau berkumis, namun saat ini masyarakat Korea Selatan lebih mengidolakan sosok laki-laki yang merawat diri dan tampil dengan modis. 


Tren kecantikan pada kaum laki-laki saat ini bergeser dari ‘marketing gender’ menjadi ‘marketing genderless’. Artinya, pasar untuk ‘gender neutral’ semakin meluas.


Sebuah produsen kosmetik di Korea Selatan meluncurkan lipstik yang bersifat gender neutral. Mereka mempromosikan produk mereka dengan dua orang model, seorang laki-laki dan seorang perempuan yang memakai lipstik berwarna sama. Dengan cara iklan ini produsen lipstik tidak membedakan produk untuk konsumen pria atau wanita.


Konsumen laki-laki dan perempuan akan memilih warna yang cocok bagi masing-masing dan tidak membedakannya sesuai jenis kelamin. Menurut data terbaru, 20-30 persen dari seluruh penjualan produsen lipstik di Korea Selatan berasal dari konsumen laki-laki.


Dengan munculnya industri ‘genderless’ yang tidak membedakan jenis kelamin, maka diperkirakan akan muncul kalangan konsumen baru yang mempengaruhi pasar tahun 2019.


Konsumen semakin menjauhkan diri dari pikiran tradisional yang dibatasi jenis kelamin. Pihak produsen juga menyisipkan pesan ‘gender neutral’ dalam pengembangan dan pemasaran produk baru mereka.


Dengan demikian, ‘gender neutral’ adalah sebuah tren baru yang membongkar standar sosial dan berfokus pada selera masing-masing individu.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >