Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Korea Utara

Perpustakaan di Korea Utara (1)

#Mengenal Korea Utara l 2021-03-25

Selangkah Satu Korea

ⓒ Getty Images Bank

Sebelum Korea medeka dari penjajahan Jepang pada tahun 1945, tidak banyak terdapat perpustakaan di bagian utara Semenanjung Korea. Selama masa penjajahan Jepang, ada tujuh perpustakaan di wilayah utara tersebut. Diantaranya, yang terbesar adalah perpustakaan prefektur Pyongyang yang dibuka pada tahun 1928. Pasca kemerdekaan Korea, perpustakaan prefektur Pyongyang berganti namanya menjadi perpustakaan kota Pyongyang dan jumlah perpustakaan meningkat pesat di Korea Utara. 


Perpustakaan Pusat Nasional, Perpustakaan Akademi Ilmu Pengetahuan, dan Perpustakaan Universitas Kim Il-sung adalah tiga perpustakaan utama di Korea Utara saat ini. Selain itu, perpustakaan kota Pyongyang diubah namanya menjadi Perpustakaan Pusat Nasional. Kemudian, nama Perpustakaan Pusat Nasional di Pyongyang diubah menjadi Perpustakaan Pusat pada tahun 1973 dan sekali lagi diubah menjadi Gedung Studi Rakyat Agung atau The Grand People’s Study House pada tahun 1982. 


Perpustakaan yang dinamakan The Grand People’s Study House dibuka pada tanggal 1 April 1982. Luas bangunan ini diputuskan dengan mempertimbangkan simbolisasi dan harmoni dengan gedung dan struktur di sekeliling Lapangan Kim Il-sung. Gedung Studi Rakyat Agung adalah perpustakaan yang dibanggakan oleh Korea Utara dan juga salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi di Pyongyang.  Perpustakaan ini memiliki 600 ruangan di dalamnya yang mampu menampung sekitar 30 juta buku. Seperti yang tertera pada namanya, The Grand People’s Study House adalah tempat belajar bagi semua penduduk setempat. 


Dikatakan 800 pustakawan dan 200 dosen bekerja di perpustakaan ini. Para instruktur memberikan ceramah tentang beragam topik, termasuk sains dan teknologi, serta bahasa asing. Peneliti atau profesor ditempatkan di ruang konsultasi di balik ruang baca untuk menjawab pertanyaan pengunjung. Korea Utara sendiri memuji perpustakaan itu sebagai pusat intelektualisasi masyarakat. 

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >