Warta Berita

Semenanjung Korea, A to Z

Selangkah Satu Korea

KTT Bilateral antara Presiden Moon dan Presiden Biden

2021-05-27

ⓒ YONHAP News

Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden telah mengadakan pertemuan puncak pertama mereka pada 21 Mei lalu. Seperti yang diharapkan, masalah Korea Utara menjadi salah satu bagian yang paling menarik perhatian dari KTT tersebut. Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan usai KTT, Moon dan Biden menegaskan kembali keyakinan mereka bahwa diplomasi dan dialog berdasarkan komitmen antar-Korea, serta antara Korea Utara dan AS sebelumnya seperti yang dimuat dalam Deklarasi Panmunjeom 2018 dan Pernyataan Bersama Singapura, sangatlah penting demi terciptanya denuklirisasi lengkap dan perdamaian permanen di Semenanjung Korea. 


Pada konferensi pers bersama yang diadakan usai KTT, Biden mengumumkan bahwa Sung Kim telah ditunjuk sebagai utusan khusus AS untuk urusan Korea Utara. Penunjukan diplomat senior itu sebagai utusan khusus Biden untuk Korea Utara dianggap sebagai langkah nyata yang menunjukkan komitmen Washington untuk berdialog dengan Pyongyang.


Hasil substansial dari agenda pembicaraan di bidang militer dalam KTT kali ini adalah Korea Selatan dan AS setuju untuk menghentikan pedoman misil Korsel-AS. Pencabutan pedoman tersebut berarti Korea Selatan baru saja memulihkan "kedaulatan rudalnya" setelah 42 tahun. Pedoman tersebut membatasi jangkauan dan daya muatan rudal Korea Selatan masing-masing 180 kilometer dan 500 kilogram. Pembatasan tersebut sudah lama melarang Korea Selatan mengembangkan rudal secara mandiri. Sangat penting baik secara simbolis maupun nyata, bahwa Korea Selatan kini telah mendapatkan kembali hak militernya untuk mengembangkan misilnya sendiri tanpa batasan apa pun. 


Setelah KTT berakhir, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa bola berada di lapangan Korea Utara, yang berarti keputusan berada di tangan Korea Utara untuk melanjutkan pembicaraan dengan AS atau tidak. Adapun, Korea Utara tetap diam dan hanya mengonfirmasi pihaknya telah mendapat tawaran dari Washington untuk menjelaskan hasil tinjauan kebijakannya terhadap Korea Utara. 

Berita Terbaru