Presiden Korea Selatan, Roh Moo-hyun menyatakan keyakinannya bahwa masalah terwujudnya perjanjian perdamaian di semenanjung Korea akan menjadi agenda utama KTT antar Korea bulan Oktober mendatang.
Roh Moo-hyun menyampaikan hal itu hari Selasa untuk menjawab pertayaan wartawan apakah presiden Roh akan mengajukan masalah perjanjian perdamaian yang akan mengakhiri perang Korea secara formal dalam pertemuannya.
Presiden mengatakan bahwa selama ini isu nuklir terlalu banyak diperhatikan sehingga hal itu menjadi prioritas utama bagi masyarakat,
Tetapi, karena isu itu sedang berada dalam fase penuntasan, maka pembahasan tahap berikutnya seperti masalah pembangunan perdamaian dan kerjasama ekonomi adalah penting.
Lebih jauh dikatakan pembicaraannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong-il tentang masalah nuklir saat pertemuan antar Korea kurang tepat karena isu tersebut telah hampir mencapai resolusi melalui proses pertemuan segi- 6.