Perang Korea
dan Jejak Sejarah Dua Negara
Selama 70 Tahun

Minggu, 25 Juni 1950 pukul 04.00 pagi, Korea Utara meluncurkan serangan mendadak ke Korea Selatan.
Meskipun suara tembakan tidak terdengar lagi, namun terbelahnya kedua negara terus meninggakan kepedihan di hati.
Menyambut 70 tahun pecahnya Perang Korea, mari kita tengok kembali jalan yang telah dilalui oleh kedua Korea untuk menciptakan Semenanjung Korea yang damai dan bersatu.

VIEW MORE
scroll down

Warta Berita

Presiden Yoon : China Dapat Dorong Upaya Denuklirisasi Korut Berita Utama Presiden Yoon : China Dapat Dorong Upaya Denuklirisasi Korut Presiden Yoon Suk Yeol mengatakan pada Selasa (29/11) bahwa China memiliki tanggung jawab dan pengaruh yang cukup untuk mendorong Korea Utara menghentikan pengembangan senjata nuklirnya.  Dalam wawancara dengan kantor berita Reuters, Presiden Korea Selatan itu mengatakan bahwa upaya memadai untuk pencapaian denuklirisasi Korea Utara juga bermanfaat bagi China sebagaimana provokasi Korea Utara meningkatkan krisis keamanan di Semenanjung Korea dengan peluncuran rudal balistik antar-benua (ICBM) yang belum lama ini dilaksanakan.  Presiden Yoon sebelumnya telah meminta China untuk mengambil peran aktif dan konstruktif sebagai negara anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan negara tetangga kedua Korea, ketika bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Bali, Indonesia, di sela-sela KTT G20 pada 15 November.  Dalam wawancara tersebut, Presiden Yoon juga menambahkan bahwa China harus memenuhi tanggung-jawabnya sebagai negara anggota tetap Dewan Keamanan PBB.  Sehubungan dengan peningkatan aset strategis militer Amerika Serikat di Korea Selatan, Reuters melaporkan bahwa Presiden Yoon tidak menginginkan peningkatan jumlah pasukan Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan yang saat ini telah mencapai 28.500 personel.  Pada 11 November, Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan meneruskan pernyataan Presiden AS Joe Biden bahwa apabila China tidak menjalankan perannya untuk mendorong Korea Utara menghentikan provokasi nuklir, maka AS terpaksa meningkatkan kekuatan militer di Asia Timur.  Menurut Presiden Yoon, jika Korea Utara melaksanakan uji coba nuklir ketujuh, maka Korea Utara akan menghadapi tanggapan bersama dari komunitas internasional dalam intensitas yang belum pernah dilakukan sebelumnya.   Bersama itu, Presiden Yoon juga menekankan keinginan Korea Selatan untuk menjadi pusat produksi mobil listrik di Asia, seiring dengan rencana Tesla membangun Gigafactory di Asia.  Dia mengatakan bahwa apabila Tesla atau Space X mempertimbangkan investasi, termasuk pembangunan Gigafactory, di Korea Selatan, maka pemerintah Korea Selatan akan menyediakan dukungan penuh seperti penyediaan tenaga kerja terampil, revisi peraturan keuangan dan regulasi bagi perusahaan asing, serta lainnya.  Sehubungan dengan mogok kerja Serikat Pengemudi Truk Angkut, Presiden Yoon mengatakan bahwa budaya serikat kerja di Korea Selatan yang agresif menjadi masalah, dan pemerintah tengah menangani masalah itu berdasarkan hukum. 2022-11-29
Dubes Korsel untuk AS : Reaksi Tajam Korut Tunjukkan Efektivitas Tanggapan Korsel-AS Berita Utama Dubes Korsel untuk AS : Reaksi Tajam Korut Tunjukkan Efektivitas Tanggapan Korsel-AS Duta Besar (dubes) Korea Selatan untuk Amerika Serikat (AS) Cho Tae-yong mengatakan pada Senin (28/11) bahwa retorika keras dan protes yang dibuat oleh Korea Utara membuktikan bahwa upaya gabungan antara Korea Selatan dan AS bekerja.  Dubes Cho membuat penilaian tersebut dalam sebuah pertemuan bersama para wartawan di Washington, AS, mengatakan bahwa Korea Utara terus melakukan provokasi tahun ini dengan laju yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kim Yo-jong, adik perempuan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un yang memiliki kekuasan politik, baru-baru ini menyebut pemerintahan Yoon sebagai "para idiot" sembari mengungkapkan kemarahan terhadap Seoul yang mendorong penerapan sanksi tambahan atas peluncuran rudal Pyongyang yang berkelanjutan. Dubes Cho mengatakan bahwa seperti yang terlihat pada pernyataan-pernyataan yang dirilis akhir-akhir ini oleh para diplomat top Korea Utara seperti Choe Son-hui dan Kim Yo-jong, Pyongyang berupaya menyalahkan Seoul dan Washington atas provokasinya, mempermasalahkan pelaksanaan latihan militer gabungan antara AS dan Korea Selatan serta pencegahan yang diperpanjang dari AS. Ditambahkannya, upaya-upaya ini tidak dapat diterima oleh komunitas internasional. Cho kemudian mengatakan bahwa reaksi tajam Korea Utara adalah bukti bahwa upaya Korea Selatan dan AS efektif. Menyebut bahwa Pyongyang telah menembakkan 63 rudal balistik pada tahun ini, jauh lebih banyak dibandingkan rekor sebelumnya sebanyak 25 rudal pada 2019, Cho mengatakan bahwa Korea Selatan dan Amerika Serikat bersama Jepang bekerja sama dengan erat untuk menghadapi provokasi Korea Utara. Dubes Cho menambahkan bahwa Seoul dan Washington juga menanggapi aktivitas-aktivitas siber ilegal Korea Utara yang bertujuan untuk mengamankan dana untuk program rudal dan nuklirnya. 2022-11-29
USFK Berencana Bentuk Komando Ruang Angkasa Tanggapi Ancaman ICBM Korut Berita Utama USFK Berencana Bentuk Komando Ruang Angkasa Tanggapi Ancaman ICBM Korut Pasukan Amerika Serikat di Korea Selatan (USFK) akan meluncurkan unit komando ruang angkasa, sebagaimana Washington menanggapi dengan serius ancaman rudal Korea Utara akhir-akhir ini, termasuk ancaman rudal balistik antar-benua (ICBM). Mengingat ICBM Korea Utara dapat dipasangi hulu ledak nuklir yang memiliki kemampuan untuk menjangkau daratan Amerika Serikat (AS), USFK bertujuan mendeteksi dan memantau proyektil yang terbang ke luar angkasa.  Menurut beberapa sumber pemerintah Korea Selatan pada Sabtu (26/11), Kementerian Pertahanan AS berencana untuk membentuk Komando Ruang Angkasa AS di bawah USFK pada akhir tahun ini.  Serupa dengan langkah AS yang baru-baru ini meluncurkan Komando Ruang Angkasa di bawah Komando Indo-Pasifik, USFK juga akan memiliki Komando Ruang Angkasa, menjadi komando kedua di luar daratan AS.  Selain USFK, satuan pasukan ruang angkasa lainnya diperkirakan juga akan dibentuk di bawah Komando Pusat AS untuk wilayah Timur Tengah hingga akhir tahun ini.  Dalam Strategi Keamanan Nasional (NSS) yang baru-baru ini diumumkan, militer AS mengatakan tengah mendorong rencana untuk membentuk komando ruang angkasa di bawah komando tempur untuk mewujudkan pelaksanaan pencegahan yang terintegrasi. Komando Ruang Angkasa USFK direncanakan terhubung dengan Komando Ruang Angkasa di angkatan militer lainnya untuk memungkinkan berbagi informasi intelijen secara real-time terkait program rudal dan nuklir, termasuk ICBM Korea Utara. 2022-11-28
Making Peace Together Making Peace Together KTT Antar-Korea di Pyongyang Tanggal : 18 ~ 20 September 2018 Tempat : Pyongyang(Korea Utara) Hasil: Deklarasi Pyongyang VIEW MORE
Tanggal dan Kejadian Penting Perkembangan Hubungan Antar-Korea Tanggal dan Kejadian Penting Perkembangan Hubungan Antar-Korea VIEW MORE