Pasar keuangan dunia tengah bergejolak akibat AS dan sekutunya mengisyarakatkan kemungkinan menyerang Suriah.
Harga saham di AS dan Eropa terpuruk pada hari Selasa. Sementara itu, harga-harga emas dan obligasi keuangan AS juga bergejolak, padahal keduanya dianggap sebagai cara menyimpan aset yang aman.
Indeks saham Arab Saudi (TASI) yang sering dijadikan patokan pun turut jatuh 4,12 persen sejak Senin dan Selasa ini. Indeks harga saham gabungan di Pasar Keuangan Dubai di Uni Emirat Arab juga ikut turun 7 persen. Ini adalah keterpurukan yang terbesar sejak krisis keuangan global.
Negara-negara berkembang pun juga mengalami penurunan nilai mata uangnya seiring dengan kecemasan serangan tersebut.
Mata uang India jatuh menjadi 66 Rupee terhadap Dolar AS pada hari Selasa. Sedangkan, mata uang Indonesia turun menjadi 10.905 Rupiah per satu Dolar AS, yang merupakan nilai terendah sejak April 2009.