Sebuah percobaan peretasan yang diperkirakan dilakukan oleh Korea Utara telah terjadi di tempat transaksi mata uang virtual bitcoin dalam negeri Korea Selatan selama satu bulan sejak bulan Juli lalu.
Badan Keamanan Dunia Siber Kepolisian menyatakan bahwa telah terjadi percobaan peretasan sebanyak 10 kali dengan mengirim e-mail yang berisi kode jahat kepada 25 alamat email dari pemilik dan karyawan tempat transaksi bitkoin di dalam negeri.
Menurut hasil investigasi, peretasan diperkirakan dilakukan oleh Korea Utara, dan mereka mengirim email yang berisi kode jahat setelah mengambil sembilan alamat atas nama para karyawan dari kepolisian, kejaksaan, balai kota, serta koperasi pertanian.
Peretasan jaringan internal komputer dari tempat transaksi bitkoin bertujuan untuk mencuri bitcoin, namun tidak pernah berhasil.
Kepolisian menyatakan alamat IP yang digunakan peretasan kali ini sama dengan alamat IP Korea Utara di masa lalu saat ada peretasan Perusahaan Tenaga Hidro dan Nuklir Korea tahun 2014, dan kasus pengiriman email atas nama Cheongwadae tahun 2016 lalu.
Ditambahkan, selalu ada kemungkinan percobaan peretasan yang menargetkan telepon pintar, untuk itu masyarakat dihimbau untuk tidak membuka pesan SMS yang miliki link.