Sebuah perusahaan biofarmasi Amerika yang memproduksi remdesivir yang saat ini digunakan untuk eksperimen pengobatan COVID-19 telah menandatangani pakta lisensi non-eksklusif dengan lima pembuat obat generik yang berbasis di India dan Pakistan untuk memperluas pasokan obat.
Kantor Berita Inggris Reuters melaporkan pada hari Selasa (12/05/20) bahwa Gilead Sciences menandatangani perjanjian dengan Jubilant Life Sciences, Cipla, Hetero Labs, Mylan NV dan Ferozsons Laboratories, yang memungkinkan perusahaan untuk membuat dan menjual obat di 127 negara.
Negara-negara yang akan menerima pasokan obat-obatan kebanyakan adalah negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah ke bawah, seperti Korea Utara, Afghanistan, India dan Pakistan.
Perusahaan-perusahaan tersebut telah diberi wewenang untuk menetapkan harga untuk masing-masing produk generik mereka.
Gilead Sciences mengatakan lisensi itu bebas royalti sampai Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization, WHO) menyatakan akhir dari kondisi darurat kesehatan masyarakat terhadap pandemi COVID-19, atau produk selain remdesivir atau vaksin disetujui.
Tanpa pengobatan lain yang disetujui untuk COVID-19, obat antivirus tersebut menerima otorisasi penggunaan darurat Badan Pengawas Obat dan Makanan (Food and Drugs Administration, FDA) Amerika Serikat (AS) untuk mengobati pasien COVID-19 pada awal bulan ini.