Korea Utara dilaporkan menggunakan ibu kota Austria, Wina sebagai basis utama dalam kegiatan mata-mata di luar negeri serta penyelundupan senjata dan barang mewah.
Kantor berita Amerika Serikat (AS), Bloomberg News pada hari Sabtu (05/12/20) waktu setempat, melaporkan bahwa ibu kota Austria telah lama menjadi basis penyelundupan bagi rezim Korea Utara yang diterapkan sanksi internasional dan pintu gerbang ke Eropa untuk mata-mata Korea Utara.
Dengan mengutip seorang pejabat senior intelijen barat yang mengetahui jaringan spionase Korea Utara, laporan itu menyebutkan ada maksimal sepuluh orang agen dari Kementerian Keamanan Negara Korea Utara di Wina.
Selain mengumpulkan informasi dasar, tugas utama para agen tersebut adalah memantau perwakilan, kedutaan, dan diplomat Korea Utara di luar negeri.
Bloomberg mengatakan para agen juga mendapatkan pasokan ilegal, mencari orang hilang, serta memulangkan pejabat tinggi di luar negeri yang dipanggil oleh pemerintah.
Bloomberg menjelaskan bahwa Wina bisa menjadi tempat yang lebih penting bagi Pyongyang jika Presiden terpilih Amerika Serikat, Joe Biden setuju untuk membekukan kegiatan nuklir Korea Utara karena Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency, IAEA) yang akan mengawasi prosedur itu terletak di kota tersebut.