Kasus COVID-19 di Korea Selatan melonjak hampir 700 kasus pada hari Kamis (10/12/20), karena klaster infeksi terus menyebar meskipun jaga jarak sosial telah ditingkatkan secara nasional.
Direktorat Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (Korea Disease Control and Prevention Agency, KDCA) mengatakan hingga Kamis dini hari, 682 kasus COVID-19 dilaporkan sehingga total kumulatif pasien COVID-19 di Korea Selatan menjadi 40.098 orang.
Total kumulatif kasus melampaui angka 40 ribu hampir sebelas bulan setelah kasus pertama dilaporkan di Korea Selatan pada tanggal 20 Januari dan hanya 19 hari setelah memasuki 30 ribu kasus.
Jumlah kasus harian yang tetap di kisaran 100 kasus hingga awal November, telah melonjak pesat selama sebulan terakhir hingga mencapai puncaknya di kisaran 600 kasus.
Dari antara kasus terbaru, 646 kasus adalah penularan lokal, dengan 489 di antaranya muncul di wilayah metropolitan Seoul.
Pihak berwenang waspada karena jumlah pasien yang membutuhkan perawatan intensif meningkat 23 orang menjadi total 172 orang, sehingga menimbulkan kekhawatiran tentang kurangnya fasilitas untuk menampung mereka yang dalam kondisi serius.
Sementara itu, pemerintah Korea Selatan mengatakan saat ini adalah situasi yang genting di mana kemampuan pencegahan penyakit dan sistem medisnya akan mencapai batasnya karena lonjakan kasus COVID-19 yang terus berlanjut.
Menteri Kesehatan Korea Selatan, Park Neung-hoo mencatat jumlah kasus harian di wilayah metropolitan Seoul telah mencapai titik tertinggi baru-baru ini, dengan lebih dari tiga ribu kasus baru dikonfirmasi selama seminggu terakhir.
Dia kemudian meminta masyarakat untuk menaati protokol pencegahan penyakit secara menyeluruh seperti memakai masker dan menjaga jarak sosial, dengan mengatakan bahwa itu adalah "vaksin terbaik" sampai vaksin COVID-19 diuji dan siap.
Pemerintah telah menyusun rencana pada sehari sebelumnya untuk mendirikan tempat pemeriksaan COVID-19 darurat di sekitar 150 lokasi di wilayah metropolitan Seoul untuk memfasilitasi pengujian orang-orang yang tidak menunjukkan gejala selama tiga minggu ke depan.