Menurut laporan dari media Jepang, pemilihan direktur jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization, WTO) yang berikutnya tampaknya akan diperpanjang hingga tahun depan.
Kyodo News pada hari Jumat (11/12/20) melaporkan bahwa WTO telah menginformasikan negara-negara anggotanya bahwa proses seleksi tidak akan dimasukkan dalam agenda rapat dewan umum organisasi yang dijadwalkan selama dua hari mulai hari Rabu (16/12/20) depan.
Kyodo News mengutip sebuah sumber yang mengatakan pemilihan itu ditunda karena pemerintahan Trump mendukung keputusannya untuk memveto penunjukan kandidat dari Nigeria, Ngozi Okonjo-Iweala.
WTO pada awalnya berencana mengadakan rapat dewan pada tanggal 9 November untuk menunjuk Ngozi Okonjo-Iweala sebagai pemimpin barunya, karena dia adalah pilihan yang lebih disukai di antara anggota WTO daripada Ketua Badan Negosiasi Perdagangan Korea Selatan, Yoo Myung-hee.
Namun, AS memveto kandidat Nigeria dan menyatakan dukungannya untuk kandidat dari Korea Selatan, sehingga WTO harus memutuskan apakah akan melakukan pemungutan suara formal untuk mengabaikan veto atau menunggu untuk melihat apakah posisi AS berubah setelah administrasi yang baru diluncurkan.
Menurut Kyodo News, WTO sedang berusaha untuk mengadakan pertemuan dewan umum untuk menunjuk pemimpin barunya setelah Joe Biden menjabat pada tanggal 20 Januari.