Pemerintah Iran mengklaim bahwa Korea Selatan menahan dana milik Iran senilai tujuh miliar dolar AS.
Menurut Reuters, Juru Bicara Pemerintah Iran, Ali Rabiei membuat argumen tersebut pada konferensi pers secara virtual pada hari Selasa (06/01/21) waktu setempat, sembari menyangkal bahwa penyitaan kapal tanker minyak Korea Selatan berdasarkan dana yang dibekukan di Korea Selatan.
Sebaliknya Rabiei mengatakan bahwa pemerintah Korea Selatan yang menahan tujuh miliar dolar AS milik Iran dengan alasan yang tidak berdasar.
Pada hari Senin (04/01/21), kapal berbendera Korea Selatan yang membawa 20 orang awak kapal ditangkap oleh Korps Pengawal Revolusi Iran di Selat Hormuz di Teluk Persia dan Iran mengatakan adanya dugaan pencemaran lingkungan sebagai alasan dari penyitaan tersebut.
Menurut seorang pejabat tinggi Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Iran sebelumnya membantah spekulasi bahwa penyitaan kapal itu dimaksudkan untuk mendapatkan pengaruh dalam menangani dana Iran yang dibekukan di bank-bank Korea Selatan di bawah sanksi Amerika Serikat (AS).
Sekitar tujuh miliar dolar AS yang merupakan hasil transaksi minyak Iran dibekukan di dua rekening bank Korea Selatan, setelah AS memperketat sanksi terhadap Iran atas penarikan dari kesepakatan nuklir Iran pada tahun 2018, yang secara efektif melarang perdagangan tidak langsung antara Korea Selatan dan Iran.