Negosiasi antara Korea Selatan dan Iran untuk menyelesaikan kasus penyitaan kapal tanker Korea Selatan tidak berjalan dengan lancar.
Delegasi pemerintah Korea Selatan yang mengunjungi Iran bertemu dengan Gubernur Bank Sentral Iran, Abdolnaser Hemmati pada hari Senin (11/01/21) waktu setempat untuk memecahkan masalah penyitaan kapal Korea Selatan dan dana sebesar 7 triliun won yang dibekukan di bank Korea Selatan akibat sanksi Amerika Serikat terhadap Iran.
Hemmati menyatakan ketidakpuasannya terhadap Korea Selatan yang tidak mengirim biaya transaksi minyak yang seharusnya dibayarkan ke Iran. Dana tersebut malah dibekukan di Korea Selatan.
Ditambahkan bahwa pihak Iran harus mendapat suku bunga atas dana yang dibekukan dan pihaknya juga dapat mengajukan prosedur hukum.
Sehubungan dengan kapal Korea Selatan yang disita, dia mengatakan bahwa kapal tersebut disita akibat masalah pencemaran laut, sehingga masalah tersebut harus dipecahkan berdasarkan proses hukum. Namun, pemerintah Iran tidak boleh ikut campur dalam prosesnya.
Delegasi pemerintah Korea Selatan berupaya untuk memecahkan masalah tersebut dengan persyaratan kerja sama di bidang kesehatan, namun negosiasinya tidak berjalan dengan lancar.
Sementara itu, lima orang awak kapal Korea Selatan telah mengadakan pembicaraan melalui telepon dengan keluarganya dan awak kapal dari negara lain di kapal tersebut juga telah melakukan kontak telepon dengan pejabat pemerintah dari masing-masing negara.