Menanggapi peluncuran rudal balistik antar-benua (ICBM) yang dilakukan oleh Korea Utara pada 24 Maret, Angkatan Udara Korea Selatan mengadakan latihan dengan mengerahkan 28 pesawat tempur siluman berteknologi tinggi F-35A yang dilengkapi dengan persenjataan maksimum.
Kementerian Pertahanan Korea Selatan pada hari Jumat (25/03) menyampaikan bahwa Menteri Pertahanan Suh Wook secara langsung mengawasi latihan formasi "elephant walk" yang telah dilaksanakan sebelumnya pada hari itu.
Latihan Elephant Walk mengacu pada latihan di mana sejumlah pesawat tempur yang dilengkapi dengan persenjataan lengkap berada dalam formasi yang dekat sebelum lepas landas. Ini sering digunakan dalam keadaan darurat saat sejumlah banyak pesawat tempur harus lepas landas secara sekaligus.
Latihan ini menandai mobilisasi besar pertama pesawat tempur siluman tersebut, sejak Angkatan Udara Korea Selatan merampungkan penempatan 40 unit F-35A di bulan Januari lalu.
Menteri Suh menyatakan kesiapan militer Korea Selatan tetap dipertahankan untuk mencegah ancaman tambahan dari Korea Utara, dan pihak militer akan merespons secara efektif dengan memadukan kemampuan aliansi Korea Selatan dan Amerika Serikat, yang ke depannya juga akan semakin diperkuat.