Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol berjanji memeriksa secara seksama dan merespons perubahan di pasar keuangan dan valuta asing untuk mencegah situasi krisis dan beban kehidupan masyarakat yang meningkat.
Memimpin rapat keuangan makro bersama para pejabat dan pakar pada hari Rabu (24/08), Presiden Yoon memeriksa depresiasi tajam won Korea di tengah menguatnya dolar AS.
Dia juga menyebut defisit perdagangan yang semakin meningkat akibat meningkatnya harga bahan baku dan impor.
Di tengah stabilisasi harga minyak dan biji-bijian global, Presiden Yoon menekankan bahwa Korea Selatan masih terus menghadapi risiko inflasi akibat pengurangan pasokan gas di Eropa oleh Rusia.
Mengevaluasi keuangan eksternal Korea Selatan yang telah membaik secara signifikan, Presiden Yoon menyeruskan kesiapsiagaan berkelanjutan, mengatakan bahwa kenaikan tingkat suku bunga di ekonomi-ekonomi utama di dunia dan ketidakpastian telah meningkatkan volatilitas pasar.