Pemerintah Korea Selatan pada Kamis (08/09) menawarkan kepada Korea Utara untuk mengadakan pertemuan guna menyelesaikan isu keluarga terpisah antar-Korea.
Hal itu disampaikan melalui penawaran Menteri Unifikasi Korea Selatan Kwon Young-se.
Menteri Unifikasi Kwon menegaskan bahwa perbedaan sistem dan ideologi tidak dapat menyebabkan perpisahan keluarga, dan mendesak otoritas Korea Utara untuk segera menerima tawaran tersebut.
Menteri Kwon berharap otoritas Korea Selatan dan Korea Utara dapat membahas masalah kemanusiaan, termasuk masalah keluarga terpisah.
Menurut Kwon, dirinya sedang mencoba mengirimkan surat pemberitahuan kepada Direktur Departemen Unifikasi Partai Buruh Korea Utara Ri Son-gwon.
Tawaran pemerintah Korea Selatan tersebut disampaikan dengan pertimbangan semakin menuanya usia para anggota keluarga yang terpisah.
Sebanyak 32 persen dari jumlah total pemohon reuni keluarga terpisah, atau 133 ribu orang, saja yang masih hidup dan dua per tiga di antaranya telah berusia 80 tahun ke atas.
Kwon kembali menegaskan perlunya reuni keluarga rutin sebagaimana sekitar 400 peserta reuni keluarga terpisah meninggal dunia setiap tahunnya.
Korea Utara tidak menanggapi permintaan untuk menerima surat pemberitahuan dari pemerintah Korea Selatan tersebut, tetapi Korea Selatan berencana terus mendesak Pyonyang untuk menerima surat pemberitahuan usulan itu.