Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol menginstruksikan peningkatan postur kesiapsiagaan gabungan antara Korea Selatan dan Amerika Serikat (AS) terkait peluncuran rudal balistik antar-benua (ICBM) Korea Utara pada Jumat (18/11), bersama pelaksanaan langkah pencegahan menghadapi Korea Utara sesuai kesepakatan Korea Selatan dan AS, serta menyerukan peningkatan kerja sama keamanan antara Korea Selatan, AS dan Jepang.
Selain itu, Presiden Yoon memerintahkan Kantor Kepresidenan untuk menganbil langkah tanggapan bersama dunia internasional, termasuk AS, untuk mengecam dan menjatuhkan sanksi terhadap Korea Utara.
Kantor Kepresidenan Korea Selatan menyatakan bahwa Presiden Yoon menginstruksikan hal tersebut dalam rapat Dewan Keamanan Nasional (NSC) usai KTT Korea Selatan dan Spanyol.
Dikatakannya bahwa militer Korea Selatan mendeteksi peluncuran ICBM Korea Utara, dan NSC langsung melaporkan berita tersebut kepada Presiden Yoon. NSC kemudian menggelar rapat untuk membahas langkah lanjutan setelah menerima laporan situasi terkait dari Kepala Staf Gabungan (JCS).
Rapat NSC dilaporkan dihadiri oleh Ketua NSC Kim Sung-han, Menteri Unifikasi Kwon Yong-seh, Menteri Pertahaan Lee Jong-seop, Ketua Juru Runding Perdamaian Semenanjung Korea Kim Geon, serta pejabat lainnya.