Angka kasus COVID-19 pada anak di Korea Selatan meningkat hampir tiga kali lipat dalam dua minggu terakhir hingga mencapai 1.080 kasus pada periode tanggal 5 sampai 9 Agustus.
Berdasarkan data dari Asosiasi Rumah Sakit Anak Korea pada hari Rabu (14/08), sebanyak 387 kasus COVID-19 di antara anak-anak dilaporkan di 42 rumah sakit dalam periode tanggal 22 hingga 26 Juli.
Angka tersebut bahkan mengalami peningkatan tajam hingga 179.1%, menjadi 1.080 kasus, menandai peningkatan 2,79 kali lipat dalam dua minggu dari akhir bulan Juli hingga awal Agustus ini.
Otoritas kesehatan Korea Selatan memperkirakan bahwa, peningkatan tersebut bisa mencapai puncaknya sekitar akhir bulan Agustus setelah masa liburan musim panas.
Menurut Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA), jumlah kasus COVID-19 dengan rawat inap terus mengalami penurunan sejak bulan Februari, namun kembali meningkat sebagaimana gelombang COVID-19 saat ini terutama disebabkan oleh KP.3, sub varian Omicron.
Pejabat KDCA Hong Jeong-il mengatakan dalam pernyataan, bahwa tidak cukupnya ventilasi ketika menggunakan AC di musim panas juga menjadi penyebab utama lonjakan kasus COVID-19 di musim panas ini.
Dalam upaya untuk mengendalikan penyebaran virus, KDCA telah memutuskan untuk memperluas tim respons virus untuk meningkatkan pemantauan situasi.
Selain itu, mulai bulan Oktober mendatang, pemerintah juga akan melanjutkan kampanye vaksinasi dan kelompok berisiko tinggi akan diberikan vaksin gratis.