Gelombang panas ekstrem pada musim panas tahun ini diketahui terjadi dua kali lipat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sementara fenomena malam tropis muncul hampir tiga kali.
Melihat data yang dikumpulkan oleh Badan Meteorologi Korea (KMA) hingga hari Sabtu (17/08), terdapat jumlah hari dengan suhu tertinggi yang mencapai lebih dari 33 derajat Celsius, dengan mencapai 18,9 hari dalam periode dari bulan Januari hingga Agustus. Jumlah tersebut lebih banyak sekitar 9 hari dibandingkan dengan rata-rata seluruh wilayah seperti musim panas pada umumnya, yang mencatatkan 9,5 hari.
Fenomena malam tropis yang begitu banyak di tahun ini, tercatat sekitar 10 hari lebih banyak dari tahun-tahun sebelumnya, menjadi 15,9 hari.
KMA menganalisis bahwa jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2018, ketika suhu sangat panas melanda sebagian besar wilayah Korea Selatan, jumlah hari dengan gelombang panas tahun ini lebih kurang 10 hari, namun fenomena malam tropis terpantau lebih banyak pada tahun ini.
Lonjakan fenomena malam tropis di musim panas tahun ini dianalisis disebabkan oleh kelembapan yang tinggi. Sebagaimana kelembapan udara rata-rata pada bulan Agustus tahun ini yang tercatat hingga hari Sabtu, mencapai 78%, lebih tinggi dari 73% yang tercatat pada periode yang sama tahun 2018.