Otoritas kesehatan dan pendidikan Korea Selatan tengah menyiapkan langkah pencegahan di tengah penyebaran COVID-19, karena kebanyakan sekolah akan membuka semester kedua setelah liburan musim panas.
Otoritas pendidikan mengirimkan peraturan untuk mencegah penyebaran ke sekolah masing-masing serta merekomendasikan agar para siswa yang memiliki gejala COVID-19 untuk tidak masuk sekolah dan status kehadiran siswa di sekolah akan diakui dengan menyertakan surat hasil pemeriksaan.
Direktorat Jenderal Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA) memprediksi bahwa kasus COVID-19 pada akhir bulan ini akan mencapai 350 ribu orang seminggu. Sehingga pihaknya memperketat sistem manajemen terhadap fasilitas yang rentan terhadap penyebaran dan meningkatkan distribusi obat termasuk alat tes COVID-19.
KDCA juga menyatakan alokasi anggaran untuk membeli obat COVID-19 senilai 326,8 miliar won yang diloloskan dalam sidang kabinet pada hari Senin (19/08), dimana dengan biaya tersebut, akan digunakan untuk membeli obat bagi 262 ribu orang.
Obat yang dibeli akan lebih dulu digunakan kepada kalangan berisiko tinggi sampai bulan Oktober mendatang, dan KDCA akan menyediakan langkah lanjutan agar obat COVID-19 dapat didistribusikan secara reguler bagi penerima manfaat asuransi kesehatan nasional setelah bulan Oktober mendatang.