Komisi Standar Komunikasi Korea (KCSC) menggelar rapat pimpinan pada hari Selasa (27/08) untuk membahas langkah-langkah dalam mengatasi penyebaran pemalsuan dalam pornografi atau deepfake di aplikasi Telegram.
KCSC mengawali hal tersebut dengan memutuskan untuk memperkuat penerimaan serta pemantauan laporan kerugian.
KCSC berencana untuk membuat menu baru pada lamannya untuk melaporkan kerugian akibat pornografi deepfake dan juga mengambil tindakan tegas, termasuk penyelidikan polisi.
Selain itu, KCSC juga akan mengupayakan pembentukan saluran siaga yang memungkinkan konsultasi segera dengan pihak Telegram untuk memblokir penyebaran kerugian dengan cepat.
Pada tahun lalu, KCSC memutuskan untuk meminta perbaikan atas lebih dari 7.000 video seksual palsu.
Permintaan perbaikan itu kemudian meningkat pesat, dimana untuk tahun ini saja tercatat ada sebanyak 6.400 kasus hingga akhir bulan Juni.
Berdasarkan pembahasan dalam rapat tersebut, KCSC berencana untuk mengadakan pertemuan paripurna pada hari Rabu (28/08) untuk memutuskan tindakan terkait.