Serikat Pekerja Kesehatan dan Medis Korea Selatan, yang beranggotakan sekitar 30.000 perawat dan pekerja medis dari 61 rumah sakit, kini tengah melanjutkan negosiasi dengan pemerintah terkait rencana aksi mogok kerja yang akan digelar pada hari Kamis (29/08) besok.
Sebagaimana di antara 61 rumah sakit tersebut, negosiasi di 11 tempat, termasuk 7 rumah sakit telah diselesaikan dan berakhir. Namun jika rumah sakit lainnya yang masih terlibat dalam negosiasi, tidak mencapai titik temu, maka serikat pekerja kesehatan dan medis akan terjun ke jalanan mulai hari Kamis pukul 07.00.
Permintaan Serikat Pekerja Kesehatan berfokus pada sistem perawatan medis yang segera dinormalisasikan dan meminta kenaikan gaji. Dimana mereka kesulitan dan tidak dapat lagi menanggung beban kerja yang meningkat karena ada kesenjangan medis yang berkepanjangan selama lebih dari enam bulan.
Diperkirakan bahwa jika serikat pekerja itu tetap melakukan aksi mogok, maka dampak yang ditimbulkan sepenuhnya akan dirasakan masyarakat dan pasien, seperti terjadinya gangguan dalam layanan medis esensial di unit gawat darurat dan perawatan pasien yang sakit parah.
Pemerintah berulang kali meminta para perawat dan pekerja medis untuk membatalkan aksi mogok kerja, dengan mengatakan bahwa pemerintah sedang melakukan segala upaya untuk memperbaiki kondisi medis yang mereka alami.
Sementara itu, pemerintah juga menyampaikan langkah-langkah untuk menangani sistem perawatan darurat menjelang libur hari raya Chuseok. Termasuk dalam periode dua minggu dari tanggal 11 hingga 25 September, dimana otoritas kesehatan akan tetap mengoperasikan lebih dari 4.000 rumah sakit dan klinik, serta rumah sakit militer dan umum.
Adapun pemerintah juga tengah mempertimbangkan rencana untuk menaikkan lebih lanjut biaya perawatan spesialis ruang gawat darurat dari 150% yang ditetapkan sebelumnya.