Pemerintah Korea Selatan akan segera mengerahkan secara darurat dokter militer dan dokter umum untuk mendukung layanan medis ke ruang gawat darurat dengan layanan terbatas mulai hari Rabu (04/09).
Dalam pengarahan pers pada hari Senin (02/09), Wakil Kedua Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan, Park Min-soo mengatakan bahwa pemerintah akan menerapkan layanan medis darurat tanpa hambatan, di tengah munculnya gangguan dalam operasi ruang gawat darurat secara nasional.
Park menuturkan rencananya untuk mengerahkan sekitar 235 dokter militer dan umum dalam 8 sesi terpisah mulai tanggal 9 September, dengan berfokus pada institusi berisiko tinggi.
Selain itu, di tengah meningkatnya kekhawatiran akan gangguan besar di ruang gawat darurat selama masa liburan hari raya Chuseok mendatang, Wakil Menteri Park memaparkan pemerintah akan menjalankan 'minggu tanggap darurat' dalam periode dari tanggal 11 hingga 25 September untuk melakukan segala upaya dalam meminimalkan gangguan pada perawatan pasien kritis dan pasien darurat.
Menurut Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, terdapat 406 dari total 409 ruang gawat darurat yang tetap beroperasi 24 jam, dan 27 beroperasi dengan tempat tidur terbatas.
Disebutkan pula bahwa total jumlah dokter yang akan tetap bekerja di ruang gawat darurat hanya 73,4% dari waktu biasa.