Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Domestik

RS Universitas Ajou Kurangi Operasional UGD Mulai Kamis 5 September

Write: 2024-09-05 14:42:13Update: 2024-09-05 15:31:06

RS Universitas Ajou Kurangi Operasional UGD Mulai Kamis 5 September

Photo : KBS News

Setelah sejumlah rumah sakit di wilayah Provinsi Chungcheong dan Gangwon, Rumah Sakit Universitas Ajou di wilayah barat daya Gyeonggi juga akan mulai mengurangi operasional ruang gawat darurat setiap hari Kamis mulai tanggal 5 September ini.

Rumah Sakit Universitas Ajou berencana hanya akan menerima pasien dewasa yang memerlukan resusitasi jantung paru-paru (CPR) mulai pukul 07.00 pagi hari Kamis hingga pukul 07.00 pagi hari Jumat.

Dalam Departemen Pengobatan Darurat Rumah Sakit Universitas Ajou, awalnya terdapat 14 dokter spesialis, namun saat ini hanya terdapat 11 dokter saja yang bekerja karena 3 orang dokter lainnya telah berhenti akibat konflik antara pemerintah dan tenaga medis.

Untuk ruang gawat darurat anak, kebijakan yang sudah ada untuk menghentikan operasional setiap hari Rabu dan Sabtu akan tetap dipertahankan.

Sehubungan dengan pengurangan operasional ruang gawat darurat di sejumlah rumah sakit di beberapa daerah di Korea Selatan baru-baru ini, pemerintah telah menugaskan 15 dokter militer ke 5 rumah sakit yang sedang beroperasi secara terbatas untuk melengkapi tenaga medis darurat sejak hari Rabu (04/09) kemarin. 

Hingga 9 September mendatang, pemerintah berencana untuk mengerahkan 230 orang dokter militer dan petugas kesehatan masyarakat ke rumah sakit yang mengalami kekurangan tenaga medis.

Sejalan dengan hal itu, pemerintah akan mengutus seorang koordinator ke sekitar 400 fasilitas medis masing-masing untuk meminimalkan kekosongan layanan medis.

Pada hari Kamis (05/09) ini, pemerintah menggelar pertemuan Kantor Pusat Penanggulangan Bencana dan Keselamatan Korea untuk membahas rencana medis darurat selama liburan hari raya Chuseok di masing-masing pemerintah daerah.

Berdasarkan keputusan dalam pertemuan itu, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan merespons kekosongan dalam layanan medis dengan menempatkan koordinator di 409 rumah sakit di seluruh negeri.

Selain itu, pemerintah juga akan mengoperasikan tim manajemen darurat medis yang dipimpin oleh kepala pemerintah daerah untuk menangani masalah terkait.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >