Jumlah pasien yang mengunjungi unit gawat darurat (UGD) selama libur hari raya Chuseok tahun ini menurun sekitar 32% dibandingkan libur Chuseok tahun lalu.
Ketua Kantor Kebijakan Kesehatan dan Medis di Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan, Jeong Yoon-Soon dalam pengarahan harian medis darurat hari Kamis (19/09) menyampaikan hasil penghitungan jumlah pasien yang mengunjungi UGD.
Ia menambahkan, berkat masyarakat yang menahan diri untuk ke UGD dengan gejala ringan, kondisi lapangan medis darurat lebih berkonsentrasi pada perawatan pasien dengan gejala serius.
Selama liburan Chuseok tahun ini, jumlah pasien yang datang ke UGD dengan gejala ringan mengalami penurunan sebesar 39% dibandingkan liburan Chuseok tahun lalu, dan sebesar 33% dibandingkan liburan Tahun Baru Imlek tahun ini.
Sementara itu, jumlah rumah sakit dan klinik lokal yang beroperasi selama liburan Chuseok juga mencapai 8.734 unit, lebih banyak sekitar 75% dibandingkan liburan Chuseok tahun lalu.
Jeong menjelaskan, jumlah tersebut lebih banyak sekitar 10% dibandingkan rencana awal, yakni sebanyak 7.931, dan lebih banyak 140% dibandingkan liburan Tahun Baru Imlek.
Dilanjutkan, di antara 411 UGD di seluruh negeri, 408 UGD dioperasikan selama 24 jam setiap hari dan jumlah fasilitas kesehatan yang mampu memberikan pengobatan lanjutan untuk 27 penyakit darurat serius selama liburan rata-rata mencapai 89 dari 180 fasilitas kesehatan darurat.
Sementara itu, pemerintah mengumumkan akan melanjutkan pekan tanggap medis darurat hingga 25 September, setelah liburan Chuseok.
Ketua Jeong juga menjelaskan, pihaknya telah menetapkan 14 pusat regional dan akan mengambil langkah-langkah lanjutan untuk mendukung tenaga kerja dan biaya tenaga kerja.
Selanjutnya rumah sakit mitra untuk COVID-19 hanya akan beroperasi hingga 30 September dengan mencerminkan tren penurunan jumlah pasien.