Penggunaan sistem transaksi keuangan dengan mesin kiosk, yakni mesin otomatis untuk pemesanan dan pembayaran non tunai tanpa tatap muka, semakin meningkat di kehidupan masyarakat Korea Selatan.
Di tengah meningkatnya toko-toko yang menggunakan sistem otomatis tersebut, layanan kiosk akhirnya muncul pada pesta pernikahan, yang disebut 'Kiosk Sumbangan Pernikahan' untuk memudahkan tamu undangan dalam bertransaksi non tunai.
Apabila tamu yang hadir memilih jumlah uang yang akan disumbangkan kepada mempelai pengantin lewat kiosk tersebut, maka mereka dapat menerima kupon untuk makan dan parkir di lokasi acara. Dimana uang yang disumbangkan juga akan langsung masuk ke rekening pengantin.
Terdapat reaksi yang mengatakan bahwa, dengan kiosk tersebut membuat pemberian sumbangan uang menjadi lebih mudah, namun sejalan dengan hal itu juga hilangnya rasa kemanusiaan. Pada umumnya tamu yang datang akan memberikan ucapan selamat dan memberikan sumbangan. Namun uniknya dalam pernikahan kali ini, sumbangan pernikahan telah menggunakan sistem digital.
Adapun dalam upacara pemakaman, sumbangan belasungkawa juga dimungkinkan untuk diberikan dengan kartu kredit, sebagai tanda adanya transaksi non-tunai melalui mesin kiosk tersebut.
Saat ini, terdapat sekitar 450 ribu unit kiosk yang telah didistribusikan di dalam negeri Korea Selatan untuk transaksi non tunai.