Ketua Komunitas Korea-Indonesia, Park Jae-han, menyatakan bahwa tur sejarah yang dimulai sebagai bagian dari proyek pelestarian sejarah komunitas Korea di Indonesia akan dilanjutkan sebagai proyek jangka panjang.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Konferensi Ketua Komunitas Korea Dunia 2024 yang yang berlangsung tanggal 1 hingga 3 Oktober lalu di Korea.
Di tahun 2020, Komunitas Korea-Indonesia menerbitkan buku "100 Tahun Komunitas Korea di Indonesia," serta menerbitkan buku "50 Tahun Hubungan Diplomatik Korea-Indonesia" versi bahasa Indonesia pada tahun lalu dan versi bahasa Korea pada tahun ini.
Pada bulan Agustus lalu, pihaknya juga mengadakan tur sejarah selama dua hari ke Semarang yang diikuti oleh 25 siswa Sekolah Internasional Korea Jakarta. Mereka mengunjungi berbagai situs penting, khususnya Monumen Palagan Ambarawa, Gereja Santo Yusup Ambarawa dan lokasi pembentukan Pemuda Kemerdekaan Korea Di Sumowono.
Park menekankan bahwa tujuan tur ini adalah untuk mengenang sejarah pahit perjuangan kemerdekaan Korea dan memperkenalkan semangat patriotik para leluhur kepada generasi muda Korea.
Konferensi Ketua Komunitas Korea Dunia 2024, yang dihadiri oleh lebih dari 350 perwakilan komunitas diaspora Korea dari berbagai negara, mengakhiri acaranya dengan mengadopsi resolusi yang mendukung dan mempromosikan visi unifikasi Korea Selatan 'Doktrin Unifikasi 15 Agustus' dari pemerintah Yoon Seok-yeol ke dunia internasional.