Pemerintah Korea Selatan memutuskan untuk mengizinkan mahasiswa di fakultas kedokteran mengambil cuti akademik dengan syarat mereka akan kembali ke sekolah tahun depan.
Dalam konferensi pers pada hari Minggu (06/10), Menteri Pendidikan Lee Ju-ho mengumumkan keputusan tersebut sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk menormalkan proses pembelajaran di fakulas kedokteran.
Pemerintah berpegang pada prinsip bahwa cuti akademik tidak akan diberikan untuk tujuan tindakan kolektif, dan hanya memungkinkan siswa mengambil cuti dengan syarat kembali ke sekolah pada tahun ajaran 2025.
Sebagai tanggapannya, komunitas medis mengkritik bahwa keputusan tersebut merupakan sebuah tindakan tergesa-gesa yang melanggar konstitusi dan kebebasan mahasiswa dan universitas.
Dalam sebuah pernyataan, komunitas medis mengatakan bahwa keputusan kementerian pendidikan tersebut merupakan pelanggaran terhadap jaminan otonomi universitas, dan merampas hak-hak dasar warga negara yang dijamin oleh Konstitusi.