Tingkat kelahiran yang rendah membuat sejumlah fasilitas seperti taman kanak-kanak dan pusat perawatan pasca lahir beralih menjadi lembaga perawatan kalangan lansia.
Menurut data dari Komisi Kesehatan dan Kesejahteraan Parlemen Korea Selatan, sejak tahun 2014 terdapat 283 fasilitas yang beralih fungsi, dan perubahan paling drastis tercatat dalam lima tahun terakhir, yaitu 55,6%.
Peralihan fasilitas terbanyak berada di Propinsi Gyeonggi, disusul Provinsi Gyeongsang Selatan, Chungcheong Selatan, kota metropolitan Gwangju, dan Provinsi Gyeongsang Utara.
Anggota parlemen, Jeon Jin-sook mengatakan bahwa rendahnya tingkat kelahiran menyebabkan kesulitan dalam pengelolaan lembaga pendidikan dan pengasuhan anak, sementara penuaan usia penduduk membuat permintaan terhadap lembaga perawatan kalangan lansia sangat meningkat.
Jeon menyatakan bahwa pemerintah harus melakukan survei dan mengambil langkah untuk menyediakan jasa publik terkait peralihan fungsi usaha dan lembaga-lembaga tersebut.