Akibat popularitas bahasa Korea belakangan ini, jumlah pendaftar Uji Kemahiran Bahasa Korea (TOPIK) online, diprediksi akan meningkat pada tahun depan.
Kementerian Pendidikan Korea Selatan pada hari Kamis (10/10) mengumumkan bahwa, Uji TOPIK akan diselenggarakan sebanyak 15 kali di tahun depan.
Tes yang dilaksanakan sejak tahun 1997 itu merupakan tes yang secara objektif mengukur dan mengevaluasi kemampuan bahasa Korea bagi warga Korea perantau dan orang asing.
Tahun ini, tercatat ada sebanyak 428.585 orang yang mendaftarkan diri untuk mengikuti tes TOPIK, dengan meningkat sebesar 71,3% dibandingkan tahun 2016 dengan jumlah saat itu 250.141 orang.
Untuk menanggapi peningkatan permintaan ujian yang signifikan baru-baru ini, Kementerian Pendidikan akan menambah jumlah TOPIK online dari 3 kali pada tahun ini menjadi 6 kali pada tahun depan.
Jumlah negara yang menerapkan tes online itu juga akan bertambah dari 6 negara pada tahun ini menjadi 13 negara di tahun depan, dengan beberapa negara tambahan baru seperti Rumania, Malaysia, Amerika Serikat (Guam), Vietnam, Thailand, Paraguay, dan Pakistan.
Selain tes online, TOPIK berbasis kertas tahun depan juga akan dilaksanakan sebanyak 6 kali dan tes berbicara dilakukan sebanyak 3 kali.
Kepala Kantor Perencanaan dan Koordinasi Kementerian Pendidikan, Park Seong-min mengatakan, pihaknya akan memastikan bahwa tes online dapat diimplementasikan dengan stabil dan juga akan melakukan persiapan yang matang untuk membangun platform digital menggunakan kecerdasan buatan. Sehingga kemampuan berbahasa Korea dapat dievaluasi kapan saja dan di mana saja.