Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung mengatakan sulit bagi Korea Selatan untuk langsung menyetujui permintaan Amerika Serikat (AS) terkait “fleksibilitas strategis” pasukan AS di Korea Selatam. Namun, ia menegaskan pembahasan tentang transformasi strategis yang berorientasi ke masa depan juga diperlukan bagi Korea Selatan.
Pernyataan itu disampaikan Lee pada Minggu (24/08) dalam konferensi pers di pesawat kepresidenan saat dalam perjalanan dari Tokyo menuju Washington.
Lee menyebut dirinya dan Presiden AS, Donald Trump akan membahas berbagai isu perdagangan dan keamanan dalam KTT mendatang.
Terkait detail perjanjian dagang bilateral yang diumumkan akhir bulan lalu, Lee menekankan kedua pihak pada akhirnya akan mencapai kesepakatan yang praktis dan masuk akal, meski prosesnya sangat sulit.
Mengenai kemungkinan Washington meminta Korea Selatan membuka pasar pertanian lebih luas, Lee menegaskan sulit untuk meninjau ulang kesepakatan yang sudah diumumkan kedua pihak. Meski begitu, ia mengakui ada suara dari dalam pemerintahan AS yang mendorong akses pasar lebih besar.