Pemerintah menyetujui rancangan anggaran tahun 2026 dalam rapat kabinet yang digelar pada Jumat (29/08). Dalam rancangan itu, total anggaran pendapatan ditetapkan sebesar 674,2 triliun won dan total belanja negara sebesar 728 triliun won.
Dibandingkan anggaran tahun ini, total pendapatan naik 3,5 persen, sementara total belanja meningkat 8,1 persen.
Belanja negara yang lebih besar daripada pendapatan membuat utang negara pun meningkat. Dengan tambahan anggaran kedua tahun ini, utang negara tercatat 1.301,9 triliun won. Tahun depan diperkirakan naik sekitar 141 triliun won menjadi 1.415,2 triliun won.
Rasio utang negara terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan mencapai 51,6 persen tahun depan, untuk pertama kalinya melampaui angka 50 persen.
Pemerintah menjelaskan bahwa anggaran belanja negara diperluas secara signifikan agar keuangan publik dapat berperan sebagai pemicu pertumbuhan dan pemulihan ekonomi.
Secara rinci, anggaran terbesar dialokasikan untuk kesehatan, kesejahteraan, dan ketenagakerjaan sebesar 269 triliun won. Dibandingkan tahun ini, peningkatan terbesar tercatat pada riset dan pengembangan (R&D) yang naik 19,3 persen. Adapun anggaran pertahanan juga naik 8,2 persen, dari 61,2 triliun won tahun ini menjadi 66,3 triliun won tahun depan.
Pemerintah menetapkan kecerdasan buatan (AI), pengembangan daerah, dan keselamatan publik sebagai fokus utama dalam anggaran tahun depan. Demikian anggaran dukungan langsung untuk AI dilonjakkan lebih dari tiga kali lipat, dari 3,3 triliun won tahun ini menjadi 10,1 triliun won tahun depan. Alokasi ini dibuat dengan tujuan menjadikan Korea Selatan sebagai salah satu dari tiga kekuatan utama AI global, setelah Amerika Serikat dan China.
Kebijakan yang lebih mengutamakan daerah di luar ibu kota juga banyak dimasukkan dalam rancangan anggaran tahun depan.
Mulai tahun depan, tunjangan anak yang diberikan hingga usia 8 tahun akan mendapat tambahan dukungan di daerah. Di wilayah ibu kota tunjangan ditetapkan 100 ribu won, di luar ibu kota 105 ribu won, dan di daerah yang mengalami penurunan populasi hingga 120 ribu won.
Pemerintah telah mempublikasikan rincian rancangan anggaran tahun depan melalui situs web kementerian terkait.
Rancangan anggaran itu akan diajukan ke sidang pleno parlemen bulan depan, untuk kemudian dibahas dan disahkan paling lambat 2 Desember.