Lima dari 100 orang penduduk yang tinggal di Korea adalah orang asing atau imigran. Angka ini menunjukan bahwa salah satu anggota keluarga bisa jadi imigran asing.
Imigran yang dimaksud adalah warga asing yang memiliki izin tinggal di Korea Selatan melalui naturalisasi dan anak-anak mereka.
Badan Data Nasional Korea Selatan menyatakan hari Senin (08/12) bahwa jumlah penduduk dengan latar belakang imigran di Korea Selatan sampai tanggal 1 November tahun 2024 mencapai 2.715.000 orang, meningkat 5,2% dibandingkan tahun sebelumnya.
Porsi jumlah penduduk imigran tersebut mencapai 5,2% dari total penduduk Korea Selatan.
Peningkatan ini lebih tajam dibandingkan total populasi sebesar 31 juta jiwa, atau meningkat 0,1% dari tahun sebelumnya.
Dari jumlah penambahan populasi, jumlah warga Korea Selatan meningkat 672 ribu orang atau 24,8%, sementara jumlah warga asing mencapai 2.043.000 orang atau 75,2%.
Jumlah laki-laki lebih banyak daripada perempuan, dan jumlah orang yang dikategorikan sebagai penduduk usia produktif berusia 15-64 tahun paling banyak dengan 81,9%.
Jumlah orang berusia 20-an tahun meningkat drastis sebesar 8% dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah anak-anak berusia 24 tahun ke bawah mencapai 738 ribu orang atau 27,2% dari jumlah penduduk dengan latar belakang imigran.
Diantara orang tua mereka, kewarganegaraan Vietnam paling banyak dengan 28,2%, dan disusul China, warga China keturunan Korea, dan lainnya.
37,2% dari mereka tinggal di Provinsi Gyeonggi, 17,5% di Seoul, 6,6% di Incheon, dan lainnya.
Data statistik terkait penduduk dengan latar belakang imigran diambil terhadap penduduk yang tinggal di Korea Selatan selama lebih 3 bulan.