Tim penasihat khusus yang ditugaskan untuk deklarasi darurat militer singkat mantan Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol telah menyimpulkan penyelidikannya dan mendakwa 24 orang sehubungan dengan kasus tersebut, termasuk Yoon.
Penasihat khusus Cho Eun-seok mengumumkan hasil akhir penyelidikan selama 180 hari pada hari Senin (15/12), yang menyimpulkan bahwa Yoon telah mendeklarasikan darurat militer pada 3 Desember tahun lalu untuk memonopoli dan mempertahankan kekuasaan.
Tim tersebut menentukan bahwa persiapan deklarasi dimulai sebelum Oktober 2023, berdasarkan catatan oleh mantan Komandan Komando Intelijen Pertahanan, Noh Sang-won, dan kesaksian dari tokoh-tokoh terkait.
Cho juga meyakini bahwa Yoon mengerahkan drone ke Korea Utara tahun lalu untuk memprovokasi respons bersenjata dari Pyongyang dengan tujuan membenarkan deklarasi darurat militernya.
Dari mereka yang didakwa, mantan Presiden Yoon, mantan Menteri Pertahanan, Kim Yong-hyun, mantan Menteri Dalam Negeri, Lee Sang-min, dan mantan Kepala Badan Intelijen Nasional, Cho Tae-yong, berada dalam tahanan.
Tim tersebut mengatakan telah menangani 215 dari 249 kasus terkait deklarasi darurat militer Yoon dan pengerahan drone yang awalnya dialihkan atau diidentifikasi, dan bahwa berkas yang tersisa telah diserahkan kepada Kantor Investigasi Nasional.