Pergi ke Menu Pergi ke Halaman Utama
Go Top

Domestik

CEO Coupang Inc. Diduga Tutupi Bukti Pekerja yang Meninggal akibat Kelelahan

Write: 2025-12-18 14:42:58Update: 2025-12-18 15:19:56

CEO Coupang Inc. Diduga Tutupi Bukti Pekerja yang Meninggal akibat Kelelahan

Photo : YONHAP News

Kasus kebocoran data Coupang belum selesai, namun raksasa e-commerce ini kembali terlibat kasus dugaan pidana.

CEO Coupang Inc, Kim Boem-seok diduga memerintahkan supaya pekerja di pusat logistik Coupang yang meninggal dunia karena kelelahan kerja pada lima tahun lalu diminimalkan.

Harian Hankyoreh dan stasiun televisi SBS pada Rabu (17/12) melaporkan percakapan pesan singkat yang terjadi pada Oktober 2020 antara Kim Beom-seok, yang saat itu menjabat sebagai CEO Coupang Korea, dan seseorang berinisial A, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Keamanan Informasi (CISO) Coupang.

Berdasarkan isi percakapan, Kim Beom-seok dan A berbincang mengenai kasus kematian Jang Deok-jun, 27 tahun, yang meninggal akibat serangan jantung akut di rumahnya setelah menyelesaikan shift malam di pusat logistik Coupang Chilgok pada 12 Oktober 2020.

Menurut hasil penyelidikan Badan Kesejahteraan Pekerja Korea, Jang yang bekerja sebagai pekerja harian di pusat logistik Coupang selama satu tahun empat bulan sejak Juni 2019, tercatat bekerja rata-rata 58 jam 38 menit per minggu dalam tiga bulan sebelum meninggal dunia.

Selanjutnya pada Februari 2021, kasus Jang ditetapkan sebagai kecelakaan industri, dengan menyebutkan bahwa ia mengalami kelelahan akibat jam kerja berlebihan, kerja malam, serta mengurus barang-barang berat.

Dalam percakapan yang diduga berlangsung menjelang audit parlemen pada 26 Oktober 2020, 2 pekan setelah kematian Jang, terdapat indikasi bahwa CEO Kim Beom-seok menginstruksikan agar rekaman CCTV yang menampilkan kondisi kerja, serta catatan kerja keras Jang, tidak ditampilkan.

Instruksi tersebut dapat ditafsirkan sebagai perintah untuk mencari adegan-adegan dalam rekaman CCTV guna mendukung klaim pihak perusahaan bahwa Jang tidak mengalami kelelahan akibat kerja berlebihan.

Pihak Coupang menyebutkan bahwa tudingan tersebut merupakan klaim sepihak dari seorang mantan eksekutif yang diberhentikan dari perusahaan lima tahun lalu karena pelanggaran serius.

Pilihan Editor

Close

Situs kami menggunakan cookie dan teknologi lainnya untuk memberikan Anda layanan yang lebih baik. Dengan terus menggunakan situs ini, Anda menyetujui penggunaan teknologi ini dan kebijakan kami. Detail >